Gigi Gingsul Ditekan-tekan Lidah, Tetapi Tidak Rapi, Apa Solusinya?
Menekan-nekan gigi gingsul saya tersebut setiap bangun tidur. Sayangnya tidak ada perubahan apapun setelah melakukannya selama 4 tahun-an.
Editor: Anita K Wardhani
Terkait kondisi yang Kakak sampaikan, saya tertarik dengan informasi rasa nyeri yang sesekali muncul pada kedua gigi gingsul dimaksud. Sebelumnya, saya butuh beberapa informasi, di antaranya:
- Bagaimanakah kondisi permukaan dan keseluruhan bagian sang gigi? Apakah berlubang?
- Kapan pertama kali merasakan sensasi rasa nyeri tersebut?
- Kokoh atau goyahkah posisi sang gigi saat muncul sensasi rasa nyeri tersebut?
- Sejauh yang diingat, kapan biasanya rasa tersebut muncul? Sewaktu-waktu, ataukah setelah makan-minum dingin? .panas? .ataukah yang lain?
- Pada bagian gigi sebelah manakah sensasi rasa nyeri tersebut dirasakan?
- Seperti apakah gambaran sensasi rasa nyerinya?
- Berapa lama durasi rasa nyeri tersebut dirasakan sejauh ini?
- Segera pulih setelah pencetus dijauhkan/dihilangkan, ataukah hingga beberapa saat setelahnya?
Detail pertanyaan di atas saya ajukan untuk memberikan sedikit gambaran ke saya terkait kondisi sang gigi secara individual.
Meski demikian, tetap saja saya belum dapat memastikan kondisi kesehatan gigi Kakak secara pasti dan tepat karena saya belum memeriksanya secara langsung. Itulah mengapa seyogyanyalah Kakak memeriksakan kondisi kesehatan gigi gingsul kakak tersebut ke dokter gigi terdekat yang dipilih.
Sepanjang gigi tersebut masih dapat dirawat dan dipertahankan fungsinya dalam rongga mulut kita, hendaklah ia dirawat saja. Tindakan pencabutan hanya dipilih bila gigi sudah sama sekali tidak bisa dipertahankan kesehatan dan keberadaannya dalam rongga mulut kita, ataupun oleh kepentingan pemenuhan kebutuhan ruang dalam perawatan orthodontia, Kak..
Hal kedua yang menjadi perhatian saya yakni soal aktivitas menekan-nekan sang gigi selama rentang waktu 4 tahun-an tersebut. Andai usia Kakak saat ini 19 tahun, dan aktivitas tersebut baru saja dihentikan, artinya aktivitas tersebut Kakak mulai sejak usia 15 tahun.
Secara umum, di usia 15 tahun semua gigi susu telah berganti permanen. Meski telah bererupsi ke dalam rongga mulut, bagian ujung akar beberapa gigi belum sepenuhnya menutup sempurna. Bila upaya menekan-nekan sang gigi dilakukan secara manual dengan besar tekanan yang tidak terukur dengan intensitas tekanan yang tidak tepat, maka dapat menjadi pencetus kejadian traumatis pada sang gigi dan jaringan pendukungnya, yang dapat berimbas terjadinya ragam anomali di antaranya: kegoyahan gigi, termasuk proses seluler internal sang gigi secara individual maupun kaitannya dengan jaringan pendukung sekitarnya.
Hal ini berbeda dengan upaya pengaturan/perubahan posisi gigi-geligi melalui perawatan pemasangan alat orthodontia oleh dokter gigi berkompeten yang telah mempertimbangan ragam aspek, dan merencanakan detail procedural tahapan perawatan aman sebaik mungkin.
Soal gigi gingsul yang makin besar setelah ditekan-tekan setiap bangun tidur, dugaan saya karena sebelumnya mahkota gigi tersebut belum bererupsi sempurna. Dan oleh perjalanan waktu, sesuai tahapan alamiahnya mahkota sang gigi tumbuh makin utuh ke rongga mulut, sehingga dirasa makin besar. Bila benar itu yang berlangsung, hal tersebut wajar dan alamiah, Kak.. Tidak perlu dikhawatirkan, yea..
Jadi, terkait kondisi gigi gingsul Kakak, saya menyarankan untuk mengkonsultasikan, memeriksakan, sekaligus merapikannya secara langsung ke dokter gigi terdekat yang Kakak pilih. Andai terdapat anomali pada gigi tersebut maupun pada jaringan pendukungnya, seyogyanya segera dirawatkan.
Kecuali andai sang gigi tidak lagi dapat dipertahankan.. maupun dalam penghitungan kebutuhan ruang terkait perapian susunan gigi-geligi (perawatan orthodontia), sang gigi perlu dicabut.
Demikianlah, Kak.semoga penjelasan saya di atas dapat dipahami dengan jelas. Salam sehat dari saya,
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.