Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Indonesia Kekurangan Penyuluh KB

khususnya di kawasan Indonesia timur yang belum terjangkau penyuluh KB maupun PLKB

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal menilai minimnya tenaga penyuluh keluarga berencana maupun petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) menjadi salah satu faktor kurang gregetnya program keluarga berencana.

Masih banyak di daerah, khususnya di kawasan Indonesia timur yang belum terjangkau penyuluh KB maupun PLKB, jumlah anak dari pasangan usia subur bisa empat atau lima anak.

"Ada korelasi antara jumlah penyuluh KB dengan jumlah kelahiran pasangan. Saat di daerah jarang ada penyuluh, masyarakat setempat mempunyai banyak anak," kata Fasli di kantornya, Jumat (2/5/2014).

Jika mengacu angka ideal, seharusnya seorang penyuluh KB mempunyai dua binaan sehingga dibutuhkan setidaknya 40 ribuan penyuluh. Namun saat ini yang ada hanya sekitar 22.481 orang sehingga masih kurang 18 ribu  lebih.

"Kami sudah mengajukan untuk menambah jumlah penyuluh sebanyak 3.000 orang agar bisa lebih mendekati angka ideal," kata Fasli.

Berkurangnya jumlah penyuluh KB ini dipicu penyuluh memasuki masa pensiun, mutasi ke satuan kerja lain di lingkungan Pemda ataupun mendapatkan promosi.

"Berkurangnya jumlah penyuluh tanpa diimbangi perekrutan akan membuat pencapaian program sasaran sulit tercapai," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas