Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Terapi Lintah di Jambi Mulai Banyak Diminati

"Tiba-tiba orang datang dari Medan, Mandi angin dan tempat lain. Saya juga tak tahu mereka tahu dari mana. Ndak pernah pasang-pasang iklan," ujarnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Terapi Lintah di Jambi Mulai Banyak Diminati
Kompasiana (Kompas.com)
Ilustrasi lintah 

Dari beberapa sumber mengatakan bahwa Glaukoma adalah satu dari sekian jenis penyakit mata dengan gejala tak langsung. Bertahap kemampuan lihat mata berkurang dan berujung pada kebutaan.

Pasien kedua kemudian adiknya. Adiknya sempat mau melakukan operasi jantung, rencananya akan menggunakan ring dijantungnya.

"Tapi sebelum memutuskan berangkat, saya sarankan diobati dulu dengan lintah. Dipasang di dada lintahnya," katanya.

Di Eropa, Lintah jenis Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis. Namun baru 2008 Tini mempraktekkan hal yang serupa.

Lalu setelah ia melakukan plebotomi pada adiknyang gagal operasi karena sudah terlanjut sembuh dengan lintah, ia tak lagi menerima pasien. Namun apa mau dikata beberapa pasien yang baru mendengar kegiatan Tini memaksanya untuk mengobati.

"Sampai 3 kali saya tolak dulu. Ada yanh buta, lumpuh, sinusitis dan banyak lagi," ujarnya.

Namun kesembuhan demi kesembuhan pasien membuaynya yakin. Terlebih telah diketahuinya bahwa lintah hanya mau mengjisap darah di area-area uanh berpotensi jadi sumber penyakit.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti halnya Nurbaiti (52) yang mengaku kakinya mengalami alergi kulit kaki sejak lama. Biasanya solusi yang digunakan adalah mencuci kaki dengan air panas tiap malam.

"Setelah di terapi gatalnya kurang. Lintahnya menghisap sumber-sumber yang gatal itu," terang ibu 3 anak ini.

Selama satu jam lintah menggelendot di kaki Nubaiti. Semakin lama lintah-lintah tersebit semakin gemuk dan akhirnya lepas dengan sendirinya.

Darah yang keluar dari bekas gigitan itu pun langsung disemprot Tini dengan alkohol dan ditutup Tini dengan tisue sembari ditempelkan plester luka.

Menurut pengakuan Nurbaiti darahnya kadang keluar sampai malam. Meski pun begitu kakinya jadi lebih ringan dan tidak gatal lagi.

Tak pernah sekali pun Tini dapat mimpi-mimpi aneh. Ia hanya belajar dan tawakal dengan apa yang dilakukannya. "Atas izin Tuhan saja saya bisa membantu orang lain," katanya

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas