Trik Meminimalkan Pencetus Alergi di Dalam Rumah
Setiap anak berisiko terkena alergi dari zat yang menimbulkan reaksi alergi (allergen), yang bisa ditemui di rumah
Editor: Anita K Wardhani
![Trik Meminimalkan Pencetus Alergi di Dalam Rumah](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/bersihkan-karpet_20150118_112023.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Setiap anak berisiko terkena alergi dari zat yang menimbulkan reaksi alergi (allergen), yang bisa ditemui di rumah. Karena itu sebaiknya mulai meminimalkan terjadinya reaksi alergi.
Salah satunya, keberadaan karpet. Debu yang menempel pada alas lantai menjadi tempat berkembang biak tungau yang menjadi pencetus alergi.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Iris Rengganis, sebaiknya rumah tidak usah menggunakan karpet. "Jika memang harus memiliki karpet, maka harus rajin menggunakan vacuum cleaner (penyedot debu), setiap hari," katanya, saat menjadi pembicara dalam acara Rumah Inovasi Philips di Bunga Rampai, Jakarta, belum lama ini.
Sekalipun bukan kasur kapuk, sebaiknya kasus harus di-vacuum, minimal seminggu sekali. "Sebaiknya, hindari kasur kapuk karena jadi tempat tungau," katanya.
Tungau merupakan binatang kecil, yang tidak terlihat dengan mata telanjang di mana melihatnya harus menggunakan mikroskop, ukurannya antara 0,1-0,3 mm.
Dokter Iris menjelaskan, riwayat alergi terutama didapat dari keturunan (orangtua) dan faktor lingkungan, bahkan anak yang terlahir tidak dari orangtua yang alergi pun bisa alergi.
Dari orangtua yang tidak alergi, kemungkinan anak mengalami alergi mencapai 15 persen. Salah satu orangtua alergi bisa berisiko 30 persen. Pada orangtua yang dua-duanya alergi, lebih dari 50 persen.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.