Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
Live
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Vagina Bau Amis dan Asam? Ini Penyebabnya

Justru menurutnya vagina yang sehat memiliki aroma sedikit amis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Jika para pria pada umumnya merasa tidak percaya diri dengan ukuran penisnya, maka kaum wanita lebih peduli pada aroma vagina mereka. Bau vagina yang tidak sedap menurut sebuah survei memang termasuk dalam salah satu keresahan wanita.

Pada dasarnya, tidak ada vagina yang bebas bau. "Setiap wanita memiliki aromanya sendiri dan itu adalah hal yang normal. Biasanya kita lebih sensitif pada aroma alami kita dan bukan berarti orang di sekitar kita juga bisa menciumnya," kata Dr.Vanessa Cullins, pakar dalam keluarga berencana di Amerika.

Meski setiap wanita ingin memiliki vagina yang berbau harum, tapi menurut Cullins vagina tidak akan bisa memiliki aroma sewangi bunga. Justru menurutnya vagina yang sehat memiliki aroma sedikit amis.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan aroma vagina berubah, mulai dari infeksi, olahraga dan keringat, perubahan hormonal dalam siklus menstruasi, dan perubahan tingkat keasaman vagina.

"Aroma vagina yang tidak sedap bisa menjadi tanda infeksi yang harus segera diatasi, terutama jika diikuti dengan keluarnya cairan yang tidak biasa. Tubuh kita pintar, saat vagina berusaha mengatakan sesuatu, jangan diabaikan," katanya.

Berikut adalah beberapa aroma vagina yang perlu diketahui dan kapan harus diwaspadai.

1. Amis
Penyebabnya adalah bacterial vaginosis (BV).
Terapi: antibiotik.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Cullins bakteri pada dasarnya normal dan menjaga vagina tetap sehat. Tapi, BV bisa membuat ketidakseimbangan.

Terkadang BV tidak bergejala, tapi bisa juga menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih atau abu-abu, bau amis yang kuat (terutama setelah berhubungan seks dan dibasuh dengan sabun), dan gatal.

2. Aroma seperti roti
Kemungkinan disebabkan oleh infeksi jamur.
Terapinya dengan obat antijamur.

"Infeksi jamur terjadi ketika jamur yang disebut kandida tumbuh berlebihan," katanya.
Kebanyakan orang memiliki jamur dalam jumlah sedikit di mulut dan saluran cerna. Wanita yang sehat juga memiliki jamur di vaginanya, tapi terkadang jamur ini dapat menyebabkan infeksi. Akibatnya cairan vagina akan seperti keju dan kental.

3. Berbau asam
Kemungkinan disebabkan oleh trichomoniasis.
Terapinya: antibiotik

Menurut Dr.Debora Nucatolah, trich adalah penyebab vaginitis. Infeksi ini disebabkan oleh protozoa, hewan satu sel berukuran mikroskopik yang disebut trichomona. "Ini merupakan infeksi menular seksual," katanya.

4. Berbau bawang
Penyebabnya: bau badan alami
Terapinya: Mandi

Jika kita mengonsumsi cukup banyak bawang merah atau bawang putih, kita bisa menyekresi aroma bawang ini di urine dan cairan di vagina juga dapat berbau sedikit seperti aroma bawang. Namun setelah 24-48 jam aromanya akan kembali nromal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas