Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Indonesia Belum Memiliki Data Kematian yang Dipicu Resistensi Antibiotik

Miris. Itulah istilah yang tepat yang bisa mengambarkan minimnya data kasus pasien meninggal akibat resistensi antibiotik di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
zoom-in Indonesia Belum Memiliki Data Kematian yang Dipicu Resistensi Antibiotik
www.motherjones.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Miris. Itulah istilah yang tepat yang bisa mengambarkan minimnya data kasus pasien meninggal akibat resistensi antibiotik di Indonesia.

Minimnya data yang dimiliki menyulitkan analisa atau mengambil langkah-langkah pecegahannya.

"Kita mendorong pendataan yang lebih detail tentang resistensi atau kekebalan antimikroba termasuk antibiotik," kata Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek di sela-sela seminar Cegah Resistensi Antibiotik Demi Selamatkan Manusia di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Resistensi antibiotik dipicu penggunaan antibiotik yang tidak bijak pada manusia dan hewan sehingga terjadi penurunan kemampuan antibiotik untuk mengobati infeksi pada manusia hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Dikatakan Nila, studi Litbang Kementerian Kesehatan sampai saat ini kebijakan terkait resistensi antimikroba di Indonesia belum menyelesaikan atau meminimalkan masalah.

"Koordinasi lintas sektor terkait masalah antimikroba ini juga belum terlihat. Sebenarnya resistensi antimikroba ini jadi masalah serius," katanya.

Merujuk Thailand, dari jumlah penduduk yang hanya sekitar 70 juta, angka kematian 38 ribu, maka jika penduduk Indonesia 240 juta jumlah kematian 130 ribu orang per tahun.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas