Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Kesehatan
LIVE ●
tag populer

Ini Cara Mendeteksi Predator Seksual Ada di Dekat Anak Anda

Grooming, menurut ilmu psikologi, adalah tahap pendekatan untuk menguasai dan mendapat rasa percaya dari calon korban.

Editor: Robertus Rimawan
zoom-in Ini Cara Mendeteksi Predator Seksual Ada di Dekat Anak Anda
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah mengatakan, saat ini negara kita sudah masuk status darurat kekerasan pada anak, baik itu disertai pelecehan seks maupun tidak.

Sebanyak 90 persen pelaku kekerasan dan pelecehan seksual pada anak adalah orang dekat atau minimal kenal dengan korban atau keluarga.

Ini artinya, Anda wajib mengawasi apakah ada keanehan pada orang-orang sekitar Anda dan anak Anda yang selama ini luput dari perhatian.

Menurut Dr Phillip Calvin McGraw, PhD, psikolog terkenal dan pembawa acara televisi Dr Phil di Amerika Serikat, pelaku kekerasan pada anak selalu melewati tahap yang disebut grooming pada calon korban dan/atau keluarganya sebelum melancarkan aksi yang keji.

Grooming, menurut ilmu psikologi, adalah tahap pendekatan untuk menguasai dan mendapat rasa percaya dari calon korban.

Tidak semua paedofil berlaku kriminal atau berkeras melampiaskan nafsunya dengan melanggar norma yang ada.

Biasanya, mereka ini tidak mempunyai kepentingan untuk melalukan grooming.

Rekomendasi Untuk Anda

Nah, artinya jika ada seseorang melakukan gejala-gejala grooming, Anda seharusnya waspada karena bisa jadi si predator sedang menjadikan anak Anda sebagai target.

Berikut lima tahap grooming seorang predator seksual yang perlu Anda ketahui.                                              

Tahap 1: Mengidentifikasi calon korban

Meski pengidap paedofilia mempunyai latar belakang umur, kepribadian, dan penampilan yang berbeda, tetapi mereka mempunyai satu kesamaan dalam mengidentifikasi calon korban, yaitu mencari anak kecil yang dianggap paling rentan.

Paling rentan yang dimaksud adalah berasal dari keluarga yang rapuh, kedua orangtua sibuk bertengkar atau berpisah, dan kurang atau tidak diawasi orangtua atau orang dewasa yang menjadi kerabat dekat saat anak beraktivitas sehari-hari.

Tahap 2: Mengumpulkan informasi

Setelah menetapkan target, pelaku akan mengumpulkan info sebanyak-banyaknya tentang anak yang jadi target.

Pengumpulan informasi ini dilakukan tersamar melalui obrolan kasual dengan anak, orangtua, atau pengasuh anak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas