Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Penyebab Seks Terasa Menyakitkan Serta Solusinya

Nyeri selama atau setelah berhubungan seks (dispareunia) dapat disebabkan oleh banyak hal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penyebab Seks Terasa Menyakitkan Serta Solusinya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Beberapa penyebab mengapa seks terasa menyakitkan bagi pria adalah:

• Infeksi seperti sariawan di penis yang dapat menyebabkan rasa sakit dan gatal-gatal. Infeksi menular seksual seperti herpes juga dapat menyebabkan sakit saat berhubungan intim.

• Jika bagian kulup ketat, penetrasi bisa menyakitkan. Biasanya karena kulup terdorong ke arah pangkal penis, saat penetrasi.

• Luka kecil di kulup yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang tetapi jelas terasa nyeri. • Radang kelenjar prostat (prostatitis).

• Nyeri testis dan pembengkakan yang kadang-kadang dapat disebabkan oleh ejakulasi yang tidak kunjung datang. Nyeri dan bengkak juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi, seperti klamidia.

Yang harus Anda lakukan

Jika Anda merasa sakit selama atau setelah berhubungan seks, segera periksakan diri ke dokter atau klinik kesehatan seksual. Mereka dapat memeriksa apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.

Rekomendasi Untuk Anda

• Jika area genital terasa sakit dan gatal, mungkin dokter akan menganjurkan pemeriksaan untuk mengetahui apakah Anda menderita infeksi menular seksual. Pengobatan antibiotik mungkin akan diresepkan untuk Anda.

• Jika vagina kering, Anda mungkin disarankan untuk mencoba menggunakan produk pelumas. Biasanya, dokter akan merekomendasikan pelumas berbahan dasar air jika Anda menggunakan kondom saat berhubungan intim. Pasalnya, pelumas berbasis minyak dapat merusak kondom.

• Jika Anda memiliki alergi atau iritasi di sekitar alat kelamin, dokter akan membantu mengevaluasi penyebabnya dan akan menyarankan untuk Anda menghindari penggunaan produk penyebab alergi

• Jika rasa sakit disebabkan oleh faktor emosional, konselor atau terapis seks akan dapat membantu Anda mengatasinya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas