Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Empat Fase yang Terjadi Pada Tubuh Saat Hubungan Intim

Empat fase yang terjadi pada tubuh Anda dan pasangan saat berhubungan intim.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Empat Fase yang Terjadi Pada Tubuh Saat Hubungan Intim
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Bercinta secara teratur adalah faktor penting dari hubungan yang sehat.

Meski demikian, masih bamyak pasangan yang tidak sadar apa yang terjadi pada tubuhnya saat hubungan seks berlangsung.

Selama hubungan seks, tubuh mengalami empat fase yang berbeda yakni rangsangan, plato, orgasme dan resolusi.

Semua fase ini sangat menakjubkan dan merupakan keajaiban biologis. Keempatnya memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda.

Bercinta bukan hanya kegiatan fisik. Kita menjadi rileks saat bercinta dan ini disebabkan oleh beberapa faktor psikologis yang penting.

Jika seseorang merasa tertekan atau khawatir, tubuhnya tidak akan siap untuk hubungan seksual. Pada pria, hal ini ditandai dengan kesulitan ereksi.

Pada wanita, dia akan mengalami kesulitan mengeluarkan cairan pelumas dari vagina dan mencapai orgasme.

Rekomendasi Untuk Anda

Toni Belfield, direktur informasi Family Planning Association, setuju bahwa hubungan seks yang sehat, meliputi fisik dan psikologis yang juga sehat.

Dia berkata, "Seks yang sehat adalah holistik, melibatkan pikiran dan tubuh. Seks adalah tentang permisi, komunikasi yang kuat dan  pemeliharaan."

Sekarang, mari kita kenali empat fase yang terjadi pada tubuh Anda dan pasangan saat berhubungan intim.

1. Fase rangsangan

Ini fase pertama saat stimulasi mutual mempersiapkan organ intim wanita dan pria untuk hubungan seks.

Ciri pertama yang menandakan adanya  gairah seksual pada wanita adalah dikeluarkannya cairan pelumas dari organ inti, selama sekitar 10 sampai 30 detik setelah stimulasi.

Jumlah cairan akan meningkat seiring meningkatnya gairah.

Selama tahap ini, payudara wanita juga menjadi lebih kencang. Hal ini disebabkan kontraksi serat otot kecil dalam menanggapi gairah seksual.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas