Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Bumil Sebaiknya Hindari Minum dari Wadah Plastik

Bahaya dari penggunaan kemasan plastik adalah adanya zat kimiawi bernama bisphenol A (BPA).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Bumil Sebaiknya Hindari Minum dari Wadah Plastik
HUFFINGTON POST
Riset ahli mendapati temuan bahwa botol plastik berisi kimiawi pengganggu hormon yang dapat menyebabkan kanker, diabetes, ADHD dan autisme. 

Tikus hamil lainnya terpapar kimiawi lain atau terpapar kimiawi estrogen yang disebut diethylstilbestrol (DES). Anak-anak mereka itu dibandingkan dengan anak tikus yang terpapar BPA.

Tikus baru lahir secara khusus menunjukkan lonjakan leptin ketika berusia delapan hari yang memprogram sebagian otak untuk merespon isyarat perut penuh.

Studi tersebut menemukan hewan yang terpapar BPA mengalami lonjakan ini dua hari lebih lambat dan tikus yang terpapar DES tak pernah mengalami lonjakan leptin.

Ketika mereka diberi leptin lebih dua hari, hewan kontrol yang tak terpapar BPA atau pun DES mengalami penurunan berat lebih dari yang terpapar.

"Studi ini memperbaiki pengertian kami bagaimana BPA dapat mengganggu sistem endrokrin dengan cara menaikkan risiko obesitas pada hewan," kata Abizaid.

"Karena BPA juga terkait dengan obesitas pada manusia, masyarakat perlu menyadari bahwa faktor-faktor lingkungan dapat meningkatkan kerentanan terhadap obesitas dan penyakit kardio-metabolik," ujarnya.

Sebuah laporan yang diterbitkan pada Oktober 2016 mengklaim bahwa botol plastik berisi kimiawi pengganggu hormon itu dapat menyebabkan kanker, diabetes, ADHD dan autisme.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun mereka menemukan zat tersebut pada ribuan produk yang dipakai setiap hari, mulai dari wadah makanan logam dan plastik hingga deterjen, mainan dan kosmetik.

Zat kimia tersebut bertanggung jawab menyebabkan penyakit serius dan membebani biaya kesehatan di Amerika Serikat hingga US$ 340 milyar, menurut laporan NYU Langone.

Penyakit paling lazim yang disebabkan oleh kimiawi pengganggu endokrin adalah penyakit saraf, termasuk di antaranya ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), autisme dan penurunan kecerdasan.

Penulis: Dhorothea

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas