Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Kesehatan

Program Jaminan Kesehatan Nasional Berdampak pada Perekonomi Indonesia

Untuk jangka panjang, program JKN-KIS mendorong peningkatan mutu modal manusia

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Program Jaminan Kesehatan Nasional  Berdampak pada Perekonomi Indonesia
TRIBUNSUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI
PERIKSA GIGI - Seorang dokter sedang memeriksa gigi siswa di SD Negeri 157 Palembang, Rabu (19/7/2017). Pemeriksaan gigi dan telinga ini merupakan rangkaian kegiatan Hidup Sehat Bersama BPJS Kesehatan (TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah berjalan 3,5 tahun ternyata program JKN-KIS tidak hanya berdampak terhadap pelayanan kesehatan tapi juga perekonomian.

Hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukan kontribusi total JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 mencapai 152,2 triliun.

Pada tahun 2021 kontribusinya diperkirakan meningkat sampai Rp 289 triliun.

Kepala Kajian Grup Kemiskinan dan Perlindungan Sosial LPEM FEB UI, Teguh Dartanto mengatakan,  dampak JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia sifatnya positif dan berkelanjutan.

"Dalam jangka pendek, program JKN-KIS akan mendorong aktifitas ekonomi untuk sektor yang bersinggungan dengan program JKN-KIS seperti jasa kesehatan pemerintah (rumah sakit dan puskesmas), industri farmasi, alat kesehatan dan non kesehatan (industri makanan dan minuman)," katanya di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Baca: Pembiayaan Penyakit Jantung Penyebab Defisit Keuangan BPJS Kesehatan

Untuk jangka panjang, program JKN-KIS mendorong peningkatan mutu modal manusia.

Berita Rekomendasi

Mutu modal manusia merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Tahun 2016, dampak JKN-KIS terhadap antara lain jasa kesehatan yang diselenggarakan pemerintah mencapai Rp 57,9 triliun, industri farmasi dan alat kesehatan Rp 10,3 triliun,  jasa kesehatan dan kegiatan sosial swasta Rp 14,6triliun.

Industri makanan dan minuman terdampak Rp17,2 triliun, perdagangan selain mobil dan sepeda motor Rp7,5 triliun, jasa angkutan, pos dan kurir Rp3,5 triliun, jasa keuangan dan persewaan Rp2,4 trilun dan sektor lain Rp38,6 triliun. 

Baca: Menko PMK Dorong Defisit BPJS Kesehatan Diselesaikan Secara Gotong Royong

Teguh mengatakan bertambahnya peserta JKN-KIS akan meningkatkan investasi di sektor kesehatan seperti pembangunan fasilitas kesehatan, produksi obat dan alat kesehatan.

"Hal itu mendorong peningkatan jumlah lapangan pekerjaan bagi tenaga kesehatan. Ujungnya, memacu perekonomian Indonesia menjadi semakin berkembang," katanya.

Dampak JKN-KIS terbesar yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia karena menjadi lebih sehat dan berumur lebih panjang.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas