Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengupas Lebih Detail Jenis Penyakit yang Diderita Bondan Winarno Sebelum Meninggal

Selang dua tahun kemudian, tepatnya pada Juli 2017, dokter menemukan bahwa Bondan juga mengalami kebocoran pada katup aorta.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Mengupas Lebih Detail Jenis Penyakit yang Diderita Bondan Winarno Sebelum Meninggal
Tribunnews
Bondan Winarno. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bondan Winarno, pria yang dikenal sebagai pembawa acara kuliner di televisi, telah mengembuskan napas terakhir pada Rabu (29/11). Sebelum tutup usia, dia sempat menjabarkan mengenai penyakitnya.

Melalui sebuah tulisan panjang kepada anggota komunitas wisata boga Jalansutra, Bondan mengaku merasakan awal gejala penyakitnya pada 2005 silam. Saat itu dia mengaku merasakan ujung-ujung jari tangan kanan seperti kesemutan.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, pria yang terkenal dengan ungkapan "Pokoke maknyus!" dalam acara 'Wisata Kuliner' Trans TV itu mengonsumsi pil pengencer darah secara rutin.

Baca: Begini Ceritanya Bondan Winarno Menemukan Istilah Maknyus yang Sangat Populer Itu

Akan tetapi, sewaktu pemeriksaan medis rutin di Kuala Lumpur, Malaysia, pada April 2015, dokter menemukan Bondan mengidap penggelembungan (dilatasi) pada aorta atau disebut aneurisma aorta.

Aorta merupakan arteri paling besar yang berasal dari jantung melewati daerah dada dan perut, yang akan membawa darah teroksigenasi ke seluruh tubuh.

"Katanya, saya seperti membawa bom waktu yang setiap saat bisa pecah dan mematikan saya," tulis Bondan.

Jenazah presenter kuliner Bondan Winarno saat berada dirumah duka di kawasan Sentul, Jawa Barat, Rabu (29/11/2017). Almarhum menghembuskan nafas terakhir di usia 67 tahun karena sakit Jantung. Tribunnews/Jeprima
Jenazah presenter kuliner Bondan Winarno saat berada dirumah duka di kawasan Sentul, Jawa Barat, Rabu (29/11/2017). Almarhum menghembuskan nafas terakhir di usia 67 tahun karena sakit Jantung. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)
Rekomendasi Untuk Anda

Selang dua tahun kemudian, tepatnya pada Juli 2017, dokter menemukan bahwa Bondan juga mengalami kebocoran pada katup aorta.

"27 September 2017 pagi saya menjalani 2 operasi sekaligus: penggantian katup aorta dan penggantian aorta yang mengalami dilatasi. Operasi berlangsung selama 5 jam dan dinyatakan berhasil," paparnya.

Bondan mengaku sempat mengalami komplikasi denyut jantung tidak beraturan setelah operasi.

"Miracle happen. Selasa malam, ketika perawat sedang mempersiapkan saya untuk didorong ke kamar operasi, tiba-tiba denyut nadi saya berirama kembali."

Setelah kejadian ini Bondan menjalani perawatan lanjutan. Walau demikian, belum diketahui apakah aneurisma aorta dan kebocoran pada katup aorta menyebabkan dia tutup usia.
Apa yang dimaksud dengan aneurisma aorta?

Aneurisma aorta adalah penggelembungan pada dinding pembuluh arteri utama. Aneurisma juga bisa terjadi pada pembuluh darah di bagian otak.

Ryu Hasan, seorang dokter bedah syaraf, mengatakan pengidap aneurisma harus ekstra waspada karena sewaktu-waktu bisa pecah.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas