Dianggap Peduli Anak Autis, 3 Artis Ini Dapat Penghargaan
Banyak anak autis tidak memiliki emosi dan empati padahal sebetulnya mereka adalah orang yang mengerti, justru mereka memahami tapi tak bisa mengataka
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk pertama kalinya dan yang menjadi hal paling luar biasa, 50 anak-anak Special Needs dibawa untuk tampil dipanggung dan anak-anak sebanyak ini melewati Mall di Kota Metropolitan.
Di Amerika Serikat, paling banyak 12 anak-anak Special Needs yang dibawa ke Mall dengan pembimbingnya hanya untuk belanja 1 jam saja.
Itulah yang terjadi saat acara Seminar, Pentas Seni dan Teater Kisah Nyata Keluarga Penyandang Autis dengan tema 'Kirim aku malaikat-Mu Tuhan…', Pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Aruba Room, The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka.
Acara ini menampilkan Musik Kolaborasi Orangtua dan Murid, Tarian Anak, Fashion Show Anak, Teatrikal oleh Para Orangtua Murid sekaligus Launching Buku, '1001 Cara Mengajarkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus dan pemberian penghargaan Imaculata Awards'.
Baca: Nyaris Hilang, Difteri Muncul Lagi di Indonesia! Selama 2017 Ada 622 Kasus, 32 Orang Meninggal
"Anak-anak autis ini bagai hidup di lorong gelap, mereka sebetulnya adalah anak-anak yang memiliki kemampuan namun hidup dalam ‘kegelapan’," kata Pakar Anak Autis, Dr Imaculata Umiyati, dalam seminar tentang Autis pada rilis yang diterima Warta Kota, Senin (11/12/2017) malam.
"Disinilah peran dari orang tua sekaligus tantangan bagaimana mempersiapkan masa depan anak-anak tersebut, mulai dari cara cara mendidik hingga cara menyiapkan masa depan mereka, terutama untuk terjun ke dalam dunia kerja nantinya," tambahnya.
Ima menambahkan, pendidikan bagi anak-anak autis berawal dari rumah, dengan menanamkan perilaku dan mengenalkan kemandirian, adalah hal yang sangat penting diterapkan.
"Banyak anak-anak autis tidak memiliki emosi dan empati padahal sebetulnya mereka adalah orang yang mengerti, justru mereka memahami tetapi tidak bisa mengatakan kita bisa melihatnya emosi apa yang mereka rasakan. Penting bagi bunda mempelajari hal tersebut," ucapnya.
“Mempunyai anak autis memang amat berat, yang dapat memahami mereka hanya seorang ibu yang melahirkannya, tidak perlu menangisi tetapi hal yang perlu dilakukan adalah mencari solusi apa yang harus kita kerjakan dan selebihnya biar Tuhan yang mengatur dan mengerjakan,” lanjut Dr Imaculata.
Pada penutupan acara diberikan Penghargaan Imaculata Awards 2107 kepada :
1. Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, DIP. APLING, MA (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak) atas dedikasi serta perhatiannya terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
2. Arist Merdeka Sirait (Ketua Umum Komna Perlindungan Anak) atas dedikasi serta kepeduliannya terhadap anak-anak
3. PT. Asuransi Jiwa Generali Indonesia sebagai Perusahaan Asuransi yang Peduli terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
4. Liliana Tanoesoedibjo (Ketua Umum Kartini Perindo) sebagai Ibu Cinta Kasih
Baca tanpa iklan