Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Gejala Penyakit Difteri

Seperti virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat percikan udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Gejala Penyakit Difteri
net
Difteri Banyak Menyerang Anak 

TRIBUNNEWS.COM - Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini?

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, penyakit muncul karena adanya bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan.

Baca: Agung Laksono Usul Munaslub Partai Golkar Undang KPK

Seperti virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat percikan udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Selain itu, bakteri juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan dan pengelupasan luka kulit. Benda-benda yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan penularan penyakit.

Saat bakteri ini masuk ke tubuh lain yang kondisinya sedang lemah dan tidak diimunisasi lengkap, bakteri bisa dengan mudah berkembang dan hidup.

Gejalanya berupa sakit tenggorokan, sulit menelan, demam dengan suhu rendah sekitar 38 derajat celcius, kurang nafsu makan, sesak napas disertai bunyi, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck) akibat dari pembengkakakan kelenjar leher, dan munculnya pseudomembran atau selaput putih keabu-abuan yang tidak mudah lepas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Masa inkubasi mulai dari masuknya kuman sampai masuk gejala awal seperti susah menelan (dan) demam yang enggak terlalu tinggi itu 48 jam. Setelah itu timbul selaput. Lama-lama (selaput) muncul sedikit, lama-lama menyebar," ujar Djatnika Setiabudi, Kepala Divisi Infeksi Tropis Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

"Jika sudah menyebar dan tidak langsung diobati, bisa turun ke laring atau paru-paru. Kalau sudah seperti ini, leher harus dilubangi agar udara bisa keluar masuk. Ini merupakan racun, bahayanya kalau sudah menyebar ke jantung bisa menyebabkan kematian," sambungnya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Mungkin gejala awal dari difteri dapat disangka sebagai penyakit saluran pernapasan pada umumnya.

"Klinisnya sama dengan sakit saluran napas yang lain, yang membedakan sangat khas adalah adanya selaput pseudomembran berwarna putih keabuan yang sangat merekat erat dengan pangkal tenggorokan," kata Djatnika saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Dia melanjutkan, kalau selaput ini diangkat bisa berdarah karena dia merekat erat. Kemudian gejala khas yang lain adalah leher bengkak.

Djatnika menambahkan, karena penyakit ini muncul akibat bakteri, maka demam yang akan muncul tidak terlalu tinggi. Akan tetapi, wajah pengidap tampak lemas.

Meski demikian, tidak semua orang yang terkontaminasi bakteri bisa langsung mengalami gejala-gejala penyakit di atas. Asal seseorang sedang dalam kondisi yang bugar dan imunisasi DPT-nya lengkap, maka kecil kemungkinannya untuk tertular.

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Jangan Salah Mengira, Waspadai Gejala-gejala Khas Difteri Ini

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas