Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Bukan Penyakit Baru, Mengapa “Monkey Malaria” Baru Ramai Sekarang? Ini Penjelasan Dokter

Malaria knowlesi atau monkey malaria” sebenarnya bukan penyakit baru. Ini adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin

 


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Malaria knowlesi atau monkey malaria” sebenarnya bukan penyakit baru.
  • Namun  kasusnya mulai semakin sering ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia akhir-akhir ini.
  • Mengapa sekarang hebohkan publik? Ini penjelasan dokter.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Malaria knowlesi atau yang sering disebut masyarakat sebagai “monkey malaria” sebenarnya bukan penyakit baru. 


Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasusnya mulai semakin sering ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca juga: 9 Gejala Seseorang Menderita Penyakit Monkey Malaria, Waspada Karena Sering Dikira Flu Biasa


Malaria Knowlesi atau yang sering disebut monkey malaria adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. 


Parasit ini merupakan jenis malaria zoonosis, artinya ditularkan secara alami dari hewanyaitu monyet ke manusia. 

AS catat lima kasus malaria yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dalam dua bulan terakhir, pertama kali penyebaran lokal dalam 20 tahun terakhir.
AS catat lima kasus malaria yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dalam dua bulan terakhir, pertama kali penyebaran lokal dalam 20 tahun terakhir. (Twitter)
Rekomendasi Untuk Anda


Pertanyaannya, kenapa penyakit ini baru ramai sekarang?

 

Dipicu Alih Fungsi Lahan

ILUSTRASI DEFORESTASI - Hutan di alam Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia. Namun, deforestasi yang terjadi menjadi salah satu yang mengancam keseimbangan ekosistem, iklim, dan kehidupan jutaan makhluk.
ILUSTRASI DEFORESTASI - Hutan di alam Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia. Namun, deforestasi yang terjadi menjadi salah satu yang mengancam keseimbangan ekosistem, iklim, dan kehidupan jutaan makhluk. (Shutterstock)


Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Inke Nadia Diniyanti Lubis mengatakan peningkatan malaria knowlesi sangat berkaitan dengan perubahan lingkungan yang terjadi besar-besaran dalam dua dekade terakhir.


“Kenapa baru muncul sekarang? Ini juga terkait dengan perubahan lahan dan kenapa konsep One Health tadi itu menjadi sangat penting,” ujarnya.


Menurut Dr Inke, salah satu pemicu terbesar ialah deforestasi dan alih fungsi lahan.


“Dengan terjadinya deforestasi dan juga alih fungsi lahan, contohnya setelah mengalami deforestasi, maka hutan tersebut menjadi perkebunan, bisa kebun sawit, kebun karet, ataupun lahan pertanian atau bahkan kedesaan,” katanya pada media briefing virtual, Kamis (14/5/2026). 


Akibat perubahan itu, habitat hewan liar semakin menyempit.


“Maka habitat daripada hewan-hewan liar, termasuk monyet ini, menjadi hilang,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas