Bukan Penyakit Baru, Mengapa “Monkey Malaria” Baru Ramai Sekarang? Ini Penjelasan Dokter
Malaria knowlesi atau monkey malaria” sebenarnya bukan penyakit baru. Ini adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium knowlesi.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Namun monyet sebenarnya tidak benar-benar pergi dari wilayah tersebut.
“Kemungkinan besar mereka masih berada di habitat tersebut,” jelasnya.
Di saat yang sama, manusia mulai masuk ke area yang sebelumnya merupakan habitat satwa liar.
“Karena terjadi alih fungsi lahan, manusia masuk ke dalam habitat yang baru, sehingga berbagi ruang yang sama dengan monyet,” kata Dr Inke.
Nyamuk Jadi Penghubung antara Hutan dan Desa
Yang menarik, penularan malaria knowlesi bukan terjadi karena manusia bersentuhan langsung dengan monyet.
Menurut Dr Inke, nyamuk menjadi “jembatan” penularan.
“Nyamuklah yang bersirkulasi atau berdistribusi di daerah hutan dan juga di pinggir hutan,” ujarnya.
Nyamuk Anopheles tertentu menggigit monyet yang terinfeksi, lalu menggigit manusia yang bekerja atau tinggal di sekitar hutan.
“Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya, atau tidak meninggalkan hutan,” jelasnya.
Namun manusia kini semakin sering masuk ke wilayah tersebut untuk bekerja di kebun, pertambangan, ataupun membuka lahan baru.
Paparan terhadap gigitan nyamuk pun menjadi jauh lebih tinggi.
Selain itu, nyamuk penular malaria knowlesi aktif pada waktu tertentu.
“Mereka terutama aktif di waktu dari maghrib ataupun senja hingga fajar di pagi hari,” ujarnya.
Perubahan Iklim Ikut Mengubah Perilaku Monyet dan Nyamuk
Tak hanya deforestasi, perubahan iklim juga disebut berpengaruh besar terhadap meningkatnya kasus malaria knowlesi.