Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Anak Diare, Bolehkah Minum Susu? Ini Jawaban Ahli

Ketika anak diare, banyak yang menyarankan agar menghentikan pemberian susu. Benarkah demikian?

Tribun X Baca tanpa iklan

“Berikan terus cairan kepada anak, lebih baik bila air putih dicampur dengan sedikit garam, sehingga cairan tersebut mengandung elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Bukan hanya air putih, orangtua juga bisa memberikan sup atau susu untuk mencegah dehidrasi yang akut. Susu jangan diencerkan karena bisa berkurang zat nutrisi di dalamnya,” jelas dr. Dessy Afrianty, Sp.A., M.Kes. – Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur.

Namun, kalau anak tersebut diare karena terbukti mengalami gangguan mencerna laktosa, sebaiknya ganti dengan susu rendah laktosa atau bebas laktosa.

Ini mungkin saja terjadi akibat virus yang menyerang tubuh anak, sehingga pertahanan di dalam pencernaannya rusak.

Padahal salah satu enzim yang dihasilkan oleh pencernaan adalah enzim laktase, yang mencerna laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Jika pencernaan tidak bisa lagi menghasilkan enzim laktase, laktosa tidak dapat dicerna.

Akibatnya, perut anak menjadi kembung, menyebabkan bakteri di dalam perut menumpuk hingga menghasilkan feses asam dan mengiritasi bokong menjadi merah atau ruam.

Bukan lantas menghentikan pemberian susu, tapi untuk sementara ganti dengan susu yang rendah laktosa atau bebas laktosa tadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Tanpa pemberian obat, dalam waktu 5 – 6 hari, biasanya diare mulai membaik. Bila diare sudah dapat diatasi, pemberian susu dapat kembali seperti semula dengan susu formula biasa. (KTW)

(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Juni 2014)

Sumber: Intisari
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas