Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Waspadai Buah-buahan yang Mengandung Pelapis Pestisida dan Lilin

Hasil pemeriksaan sampel buah yang dijual di pasar menunjukkan, ada buah-buahan yang disemprot pestisida dan dilapisi lilin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Waspadai Buah-buahan yang Mengandung Pelapis Pestisida dan Lilin
tribunjabar/isep heri
Petugas Dinas KUMKM, Industri, dan perdagangan Kota Tasikmalaya melakukan inpeksi ke sejumlah pedagang buah yang biasa mangkal di Jalan HZ Mustofa, Jumat (19/20/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPRD Provinsi DKI Jakarta menyoroti kualitas produk pangan, terutama buah-buahan, yang dijual di pasar-pasar tradisional di Jakarta yang mengandung pestisida dan pelapis lilin.

Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan curiga dengan kandungan pestisida dan pelapis lilin yang menganggu kesehatan pada buah-buahan yang dijual di pasar-pasar tradisional setelah disimpan lama di dalam kios. 

"Apel, anggur, digeletakan begitu saja berminggu-minggu kok bisa aman, berarti kan ada (sesuatu) yang disuntikan," kata Ferrial di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018). 

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengakui, ada buah-buahan yang terpapar zat-zat tertentu.

Hasil pemeriksaan sampel buah yang dijual di pasar menunjukkan, ada buah-buahan yang disemprot pestisida dan dilapisi lilin. 

"Di anggur atau jeruk, pestisida masih kami temukan. Pestisida supaya enggak diserang ulat, dan lain-lain. Kami pantau terus, makanya saya belum berani mengatakan 100 persen (aman)," ujar Darjamuni. 

Menurut Darjamuni, lapisan lilin banyak ditemukan pada buah-buahan impor. Lapisan lilin itu digunakan untuk memperpanjang umur simpan buah.

Baca: Data Lengkap Insiden Kecelakaan Lion Air dari Tahun ke Tahun

Rekomendasi Untuk Anda

Darjamuni menyebutkan, praktik pelapisan dengan lilin itu sebagai hal yang dilarang. 

"Setiap importir, sebelum mendistribusikan (buah-buahan), kami cek dulu. Memang enggak bisa dipungkiri, lilin segala macam di bawah impor itu masih banyak banget. Namanya bahan terlarang, kalau kita konsumsi tiap hari ya enggak boleh," kata dia. 

Pilih buah lokal  

Darjamuni mengakui, pihaknya belum bisa mengawasi semua distribusi buah-buahan di pasar-pasar di Jakarta.

Sebab, Dinas KPKP DKI selama ini hanya memeriksa sampel buah-buahan tersebut sehingga belum semua buah bisa dipastikan keamanannya. 

Ia mengimbau warga Jakarta untuk mengonsumsi buah-buahan lokal, mengingat banyak buah-buahan impor yang dilapisi lilin.

Baca: Pemerintah Berhasil Kendalikan Harga, Jokowi: Paling Hanya Cabai, Katanya yang Naik

"Imbauan saya, tingkatkan makan buah lokal saja. Enggak kalah kok vitaminnya," ujar dia. 

Ferrial meminta Dinas KPKP DKI Jakarta memperketat pengawasan produk pangan yang dijual di 153 pasar tradisional di Jakarta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas