Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wanita dengan Kadar Kolesterol Jahat yang Rendah Berisiko Stroke

Kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) seseorang harus tetap di bawah 100 miligram per desiliter (mg/dL) untuk menjaga kesehatan.

Wanita dengan Kadar Kolesterol Jahat yang Rendah Berisiko Stroke
Grid.ID
Pesta Daging Saat Idul Adha Sepuasnya, Turunkan Kolesterol Jahat dengan 6 Bahan Alami Ini 

TRIBUNNEWS.COM - Wanita dengan kadar rendah kolesterol lipoprotein, yang sering disebut “kolesterol jahat”, mungkin menghadapi peningkatan risiko stroke pendarahan.

Menurut pedoman terbaru dari American College of Cardiology dan American Heart Association, kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) seseorang harus tetap di bawah 100 miligram per desiliter (mg/dL) untuk menjaga kesehatan.

Umumnya, para spesialis menganggap LDL sebagai kolesterol “jahat”.

LDL membawa kolesterol ke sel-sel yang perlu  memanfaatkannya, tetapi jika kadarnya terlalu tinggi, ia dapat menempel pada arteri, yang mengarah ke segala macam masalah kardiovaskular.

Namun, penelitian baru dari Rumah Sakit Brigham dan Wanita serta Harvard Medical School di Boston, MA, ini telah menemukan bahwa wanita dengan kadar LDL di bawah 100 mg/dl sebenarnya lebih berisiko terkena stroke hemoragik (pendarahan).

Baca: Pola Hidup Sehat Untuk Cegah Penyakit Stroke

Jenis stroke ini, meskipun lebih jarang daripada stroke iskemik, lebih sulit diobati dan karenanya lebih berbahaya bagi yang mengalaminya.

Strategi untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, adalah memodifikasi diet atau mengonsumsi statin, yang banyak digunakan untuk mencegah penyakit kardiovaskular, jelas penulis penelitian Pamela Rist, dari Brigham and Women’s Hospital, seperti dilansir dari medicalnewstoday.

Dari hasil penelitian menujukkan bahwa pada wanita, level kolesterol yang sangat rendah juga membawa beberapa risiko.

Wanita sudah memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada pria, maka jelas mendefinisikan cara untuk mengurangi risiko itu.

Dalam penelitian ini, para peneliti melihat data 27.937 wanita berusia 45 tahun ke atas yang mengambil bagian dalam Studi Kesehatan Wanita.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Intisari
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas