Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Solusi Kurangi Sakit Kepala karena Menahan Kantuk saat Puasa

Mungkin sebagian orang di siang hari merasa kantuk saat menjalani ibadah puasa. Namun, tidur bukan solusi karena mereka harus tetap beraktivitas.

Solusi Kurangi Sakit Kepala karena Menahan Kantuk saat Puasa
GOOGLE IMAGES
Buka sedikit kaca jendela membantu usir rasa kantuk saat mengemudi. 

TRIBUNNEWS.COM - Mungkin sebagian orang di siang hari merasa kantuk saat menjalani ibadah puasa.

Hal ini disebabkan jam biologis kita akan berubah selama bulan Ramadan.

Namun, tidur bukan solusi karena mereka harus tetap beraktivitas. Jadi, mau tak mau harus menahan rasa kantuk.

Beberapa penelitian yang dilakukan di Saudi Arabia menyebut jam biologis atau disebut dengan ritme sirkadian ini mengatur siklus jam tidur seseorang.

Ritme sirkadian ini diatur oleh kelenjar hipotalamus yang berada di otak setiap orang.

Jika ritme ini berubah, seperti waktu dimana seharusnya sesorang beristirahat dan harus bangun atau mengerjakan aktivitas, maka organ tubuh akan mengalami perubahan juga seperti rasa mengantuk atau kelelahan.

Namun, kadang tubuh tetap menahan rasa kantuk itu datang, karena alasan pekerjaan atau harus melakukan aktivitas lainnya.

Baca: Masak Capcay Telur Puyuh Dalam 30 Menit, Cocok Buat Menu Sahur

Sayangnya, kondisi menahan kantuk ini malah menimbulkan hal yang tidak diinginkan seperti sakit kepala atau pusing.

Dikutip Kompas.com, kantuk kerap kali berkaitan dengan sakit kepala.

Adanya peningkatan tekanan darah, atau penurunan daya tahan tubuh juga bisa disebabkan oleh mengantuk berlebihan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas