Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jangan Kira Rokok Elektrik Aman dan Tidak Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter

Banyak yang beralih dari rokok batangan konvensional ke vape karena dinilai lebih aman.

Jangan Kira Rokok Elektrik Aman dan Tidak Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter
Snowing/Freepik
Ilustrasi Sudah di Label Nicotine-Free, Peneliti Australia Ungkap Cairan Vape Mengandung Nikotin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Rokok elektrik atau yang biasa disebut vape saat ini sedang menjadi trend khususnya pada remaja.

Banyak yang beralih dari rokok batangan konvensional ke vape karena dinilai lebih aman. Sebab tidak mengandung asap dan hadir dengan banyak pilihan rasa.

Lantas apakah benar rokok elektrik aman tidak berbahaya?

Ketua Pokja Masalah Rokok, Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Feni Fitriani menegaskan rokok elekrik cukup berbahaya karena mengandung bahan kimia yang berdampak pada kesehatan.

Baca: Ingin Turunkan Berat Badan saat Puasa? Berbukalah dengan Ubi Jalar

Bahan kimia tersebut di antaranya adalah nikotin, bahan karsinogen seperti propylene glycol, gliserol yang dapat menyebabkan kanker.

Kemudian ada bahan toksik seperti logam silikat yang merangsang iritasi dan peradangan serta menimbulkan kerusakan seI. 

“Oleh karena itu, rokok elektronik berpotensi menimbulkan adiksi, meningkatkan risiko kanker, dan risiko kesehatan lainnya pada manusia,” tegas dr. Feni pada keterangan tertulisnya, Rabu (15/5/2019).

Ketua Umum PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam indonesia (PAPDI), dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV menambahkan rokok elektronik ini bersifat karsinogenesis yang beresiko pada perubahan sel dan dapat memancing kanker tertentu, hingga sistem imun.

Baca: Yang Harus Diwaspadai Bagi Penderita Diabetes Saat Menjalankan Ibadah Puasa

“Karena bersifat karsinogenesis ada risiko perubahan, mencetuskan timbulnya kanker paru, mulut dan tenggorokan, dan juga gangguan di bidang pencernaan, sistem imun, dan timbulnya trombosis,” kata dr. Sally.

Melihat efek tersebut, para dokter dari ahli kesehatan dan lembaga masyarakat berharap pemerintah melarang peredaran rokok elektronik sampai kepastian keamanannya. 

Baca: TERPOPULER - Nilai Tinggi di UTBK SBMPTN Masih Belum aman, Simak Skor Ideal untuk Lolos

Proyek dan Investasi

Masyarakat juga diimbau tidak lagi menggunkan rokok elektronik tersebut. 

“Kementerian Kesehatan mengambil keputusan yang tegas demi melindungi rakyat Indonesia dan mencegah terulang kembali eksploitasi industri rokok dalam produk yang berbeda dengan isi yang sama, yaitu zat adiktif nikotin,” ujar Dr. Daeng M Faqih, SH MH Ketua Umum Pengurus Besar lkatan Dokter Indonesia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas