Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

GEBRAK! Ajak Masyarakat Dukung Petisi untuk Kurangi Masalah Asap Rokok dan TAR

Ancaman bahaya kesehatan yang diakibatkan oleh asap rokok dan zat kimia berbahaya, seperti TAR, semakin meresahkan masyarakat.

GEBRAK! Ajak Masyarakat Dukung Petisi untuk Kurangi Masalah Asap Rokok dan TAR
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ancaman bahaya kesehatan yang diakibatkan oleh asap rokok dan zat kimia berbahaya, seperti TAR, semakin meresahkan masyarakat.

Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK!) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menandatangani petisi di change.org (http://bit.ly/GerakanBebasTar) tentang bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok dan TAR serta mendukung solusi nyata melalui pendekatan pengurangan risiko atas masalah ini.

Ketua GEBRAK!, Aryo Andrianto, mengatakan masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahaya dari asap rokok dan TAR.

Zat kimia berbahaya itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. “Ketika asap rokok dihirup, TAR membentuk lapisan lengket di paru-paru yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, TAR juga dikenal sebagai penyebab kanker mulut dan tenggorakan,” jelas Aryo dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).

Baca: Farhat Abbas Terbang ke Markas PBB di Swiss, Hotman Paris Menyindir & Beri Pesan

Baca: Mengaku Ditiduri YouTubers Terkenal, Bebby Fey Sebut Punya 105 Lembar Bukti

Baca: 6 Fakta Sidang Perdana Narkoba Jefri Nichol: Keadaan Terkini Hingga Kehadiran Shenina Cinnamon

Aryo melanjutkan hasil pembakaran dari rokok menghasilkan TAR, yang merupakan zat kimia berbahaya. TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, hampir dari 7.000 bahan kimia yang ada di dalam rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

Asap rokok, menurut Aryo, juga membahayakan bagi orang-orang yang berada di sekitar perokok. Risiko kanker paru meningkat hingga 20-30 persen pada mereka yang tidak merokok, tapi selalu dikelilingi asap rokok dibandingkan non-perokok yang tidak terpapar asap rokok.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Korea Selatan (2014), paparan asap rokok turut memengaruhi kecerdasan intelektual anak-anak. Mereka yang terpapar memilki kecerdasan yang lebih rendah daripada anak-anak yang tidak terkena asap rokok.

“Berdasarkan fakta tersebut, kami mengajak masyarakat Indonesia untuk menandatangani petisi tentang bahaya asap rokok dan TAR. Ini merupakan masalah serius yang harus ditangani dengan sungguh-sunguh demi terciptanya kehidupan dan generasi Indonesia yang lebih baik,” tegas Aryo.

Selain itu, Aryo juga mendorong masyarakat, terutama perokok, untuk memahami secara seksama risiko dari merokok, sehingga dapat memilih produk tembakau alternatif sebagai solusi untuk mengatasi bahaya dari rokok.

Berdasarkan penelitian ilmiah, produk tembakau alternatif minim akan risiko kesehatan karena tidak melalui proses pembakaran.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas