Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lagi, Kasus Pasien Konsumsi Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas,Ketahuan Saat Hendak Disuntikkan Dokter

Kasus pasien mengkonsumsi obat kadaluwarsa dari Puskesmas kembali terjadi.Kali ini dialami warga Depok yang mengidap penyakit paru-paru basah.

Lagi, Kasus Pasien Konsumsi Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas,Ketahuan Saat Hendak Disuntikkan Dokter
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Nur menunjukan obat kedaluwarsa yang dikonsumsinya ketika dijumpai wartawan di kediamannya, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK – Kasus pasien mengkonsumsi obat kadaluwarsa dari Puskesmas kembali terjadi.

Kali ini dialami Nur Istiqomah (50) yang mengidap penyakit paru-paru basah.

Ia menerima obat dari Puskesmas Vila Pertiwi, Cilodong, Kota Depok Jawa Barat.

Ditemui di kediamannya di Perumahan Vila Pertiwi, Cilodong, Kota Depok, Nur mengatakan dirinya baru mengetahui bahwa obat yang dikonsumsinya sudah kedaluwarsa pada Minggu (8/9/2019) kemarin.

Hari sebelumnya pada Sabtu (7/9/2019), Nur mengatakan juga telah menyuntikan obat yang kadaluwarsa tersebut ke tubuhnya.

Dijumpai wartawan, Nur menjelaskan sudah sebulan belakangan ini dirinya berobat di Puskesmas Vila Pertiwi dan diharuskan mengkonsumsi obat dengan cara disuntik setiap harinya.

Baca: Penjelasan Ustaz Abdul Somad Tentang Pahala Menyantuni dan Mengusap Rambut Anak Yatim 10 Muharram

Baca: Lima Orang Ditangkap Saat Sedang Mengganti Tanggal Kedaluwarsa Ribuan Kosmetik

Ilustrasi Obat Antibiotik
Ilustrasi Obat Antibiotik (SEHATNEGERIKU.COM)

Ia pun menjalani proses pengobatan tersebut dan pergi ke Puskesmas Vila Pertiwi setiap hari Senin hingga Jumat untuk disuntik.

Namun sayangnya apabila hari Sabtu dan Minggu dirinya harus menyuntikan obat tersebut di tempat lain lantaran Puskesmas tersebut tidak beroperasi.

Nur, baru mengetahui obat tersebut kadaluwarsa telah melewati batas akhir konsumsi pada bulan Juli 2019 silam, ketika menyuntikan obat tersebut di tempat lain yakni di Klinik 24 jam.

“Pas sama dokter disana mau nyampur obat, eh obatnya gak kecampur. Saya disuruh lihat botolnya rupanya tanggalnya sudah lewat. Dia (dokter) angkat tangan gak mau nyuntik saya sementara saya harus rutin setiap hari gak boleh putus nyuntik obat itu,” ujar Nur di kediamannya, Senin (9/9/2019).

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas