Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Lemak Berlebihan dalam Tubuh Berisiko Alami Depresi

Selain mengganggu kesehatan fisik, lemak tubuh yang berlebihan juga mengganggu kesehatan mental kita.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Lemak Berlebihan dalam Tubuh Berisiko Alami Depresi
NET
Ilustrasi Perut diet 

TRIBUNNEWS.COM - Selain mengganggu kesehatan fisik, lemak tubuh yang berlebihan juga mengganggu kesehatan mental kita.

Menurut riset yang diterbitkan dalam Translational Psychiatry, semakin tinggi jumlah lemak dalam tubuh, semakin besar risiko kita mengalami depresi.

Riset dilakukan oleh peneliti dari Aarhus University dan Aarhus University Hospital, Denmark untuk menguak kaitan antara obesitas dan depresi.

Baca: Cara Menghentikan Kebiasaan Menonton Film Porno

Baca: Mulan Jameela di Mata Tetangga

Baca: Menyimpan Rahasia Punya Efek Negatif Bagi Tubuh

Jika riset sebelumnya mengandalkan data indeks massa tubuh (BMI), kali ini peneliti melihat secara khusus komposisi tubuh dan distribusi lemak.

“BMI adalah cara yang tidak akurat untuk mengukur kelebihan berat badan dan tingkat obesitas," ucap pemimpin riset, Soren Dinesen Ostergaard.

Menurutnya, banyak atlet profesional dengan massa otot besar dan massa lemak tubuh rendah memiliki BMI di atas 25.

Padahal, BMI 25 sudah dikategorikan sebagai kelebihan berat badan. Indeks massa tubuh juga tidak dapat digunakan untuk menilai bagaimana lemak tubuh didistribusikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, lemak di sekitar pinggang sering dikaitkan dengan risiko kondisi kesehatan yang lebih besar daripada lokasi lain.

“Salah satu kekuatan dari penelitian kami adalah bahwa kami dapat memperbesar dan melihat hubungan spesifik antara jumlah lemak tubuh dan risiko depresi,” kata Ostergaard dalam rilisnya.

Dalam riset ini, peneliti menganalisis data genetik besar-besaran yang diperoleh dari UK Biobank.

Data mencakup varian genetik dan faktor fisik seperti pengukuran massa lemak tubuh dan Psychiatric Genomics Consortium, yang berisi informasi tentang varian genetik dan gangguan suasana hati seperti depresi.

Gabungan dua database ini berisi informasi lebih dari 800.000 orang.

Hasil riset pun membuktikan, kelebihan berat badan sebesar 10 kilogram dapat meningkatkan risiko depresi sebesar 17 persen.

Semakin tinggi berat badan, semakin besar risiko depresi. Ostegard juga mengungkapkan, lokasi penumpukan lemak dalam tubuh tidak membuat perbedaan pada risiko depresi.

Menurutnya, risiko depresi ini bukan efek biologis melainkan konsekuensi psikologis dari kelebihan berat badan atau obesitas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas