Komitmen Kalbe Farma Mengembangkan Penelitian Kesehatan bagi Dokter di Indonesia
AKCDI IDI-KALBE merupakan program penghargaan kepada Dokter Indonesia yang telah melakukan penelitian berdedikasi dan hasilkan karya penelitian
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) hari ini bersama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan penjurian presentasi hasil penelitian dan wawancara kepada 10 pemenang Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI IDI KALBE).
Presentasi ini merupakan tahap akhir penjurian, yang selanjutnya akan memilih 3 pemenang terbaik.
Kesepuluh pemenang AKCDI akan mendapatkan penghargaan dan hadiah senilai Rp 20 juta di acara gala dinner, bersamaan dengan perayaan Hari Dokter Nasional ke-69 yang jatuh setiap tanggal 24 Oktober.
Perayaan Hari Dokter Nasional ke-69 di selenggarakan di Ballroom Sheraton Grand Gandaria Jakarta, dihadiri sekitar 300 dokter yang berasal dari seluruh Indonesia.
Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI IDI-KALBE) merupakan program penghargaan kepada Dokter Indonesia yang telah melakukan penelitian berdedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan.
“Kalbe terus berkomitmen untuk berkontribusi terhadap dunia penelitian di Indonesia, khususnya penelitian di bidang kesehatan,“ ujar Dr Bujung Nugroho, Direktur PT Kalbe Farma Tbk di Jakarta, Senin (11/11/2019).
Baca: Kalbe Dukung Penyediaan Obat Generik untuk BPJS Kesehatan
“Melalui kerjasama dengan IDI dalam penyelenggaraan AKCDI, Kalbe ingin memberi apresiasi kepada para dokter yang telah mendedikasikan dirinya bagi kemajuan penelitian di Indonesia,” tambah Dr. Bujung.
“AKCDI IDI-KALBE merupakan program yang pertama kali selenggarakan oleh Lembaga Riset IDI untuk membangun iklim penelitian di antara para dokter di Indonesia,“ kata dr. Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar IDI periode 2018-2021.
“Kami menyadari bahwa kita tidak bisa melakukan sendiri, harus melakukan kolaborasi, termasuk salah satunya bekerjasama dengan Kalbe,” tambah dr. Daeng.
Program ini merupakan kelanjutan dari kerjasama Kalbe dengan Lembaga Penelitian IDI untuk mengembangkan penelitian kesehatan khususnya bagi dokter di Indonesia.
Penelitian yang dinilai adalah penelitian yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan, yang masuk kategori penelitian dasar, penelitian klinis dan epidemiologi kedokteran.
Baca: Kalbe Sediakan Air Minum Bersih dan Layak Minum di Kabupaten Lebak
Adapun 10 pemenang AKDCI IDI-KALBE 2019 yang terpilih adalah (berdasarkan abjad):
1. Achmad Hudoyo, judul penelitian: Inovasi Metode Deteksi Kanker Paru Non-Invasif Menggunakan Balon Karet sebagai Penampung Napas-Hembusan (Exhaled-
Breath) Terkondensasi, Berbasis Pemeriksaan Metilasi DNA dengan Methylation-Specific PCR dan Analisis Senyawa Organik dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry.
2. Arif Rahman Nurdianto, judul penelitian: The Relationship of Hemoglobin, Interleukin-10 and Tumor Necrosis Factor Alpha Levels In Asymptomatic Malaria Patients in Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia
3. Astari Pranindya, judul penelitian: Nilai rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) darah dan kadar protein C-Reaktif (CRP) pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) pada kondisi eksaserbasi dan stabil di RS Persahabatan.