Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Virus Corona Makin Menakutkan, Sudah 9 Orang Tewas di China

Sekitar 2.197 orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi sudah diisolasi oleh Pemerintah China.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Virus Corona Makin Menakutkan, Sudah 9 Orang Tewas di China
CNN.COM
Virus Corona 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Korban jiwa dari virus korona baru mirip flu Sars di China naik menjadi sembilan orang pada hari Rabu (22/1/2020), dengan 440 kasus yang dikonfirmasi. Hal itu diungkapkan langsung oleh pejabat kesehatan China.

Melansir Reuters, sekitar 2.197 orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi sudah diisolasi.

Sejauh ini, baru 765 yang tidak lagi di bawah pengawasan. Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Li Bin mengatakan kepada wartawan, sudah ada bukti bahwa virus itu menyebar melalui "transmisi pernapasan".

"Baru-baru ini telah terjadi perubahan besar dalam jumlah kasus, yang terkait dengan pendalaman pemahaman kita tentang penyakit ini, meningkatkan metode diagnostik dan mengoptimalkan distribusi kit diagnostik," kata Li kepada Reuters.

Saat China berjanji untuk memperketat tindakan pencegahan di rumah sakit, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Rabu untuk menentukan apakah wabah virus corona baru merupakan keadaan darurat kesehatan global.

Virus itu, yang berasal di pusat kota Wuhan di Hubei pada akhir tahun lalu, telah menyebar ke kota-kota China termasuk Beijing, Shanghai dan Macau, serta Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang dan Taiwan.

Baca: Waspadai Penyebarang Virus Corona, Korea Utara Larang Kunjungan Turis Asing

Pemerintah China telah memberikan informasi harian tentang jumlah kasus dalam upaya untuk mencegah kepanikan publik, ketika jutaan orang bersiap untuk melakukan perjalanan di dalam negeri dan luar negeri untuk perayaan Tahun Baru Imlek yang dimulai pada minggu ini.

Baca: Virus Corona: Penyebab, Gejala hingga Cara Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Rekomendasi Untuk Anda

"Saat ini, selama Tahun Baru Imlek, peningkatan mobilitas masyarakat secara objektif telah meningkatkan risiko penyebaran epidemi dan sulitnya pencegahan dan pengendalian," kata Li memperingatkan.

Dia juga mencatat bahwa mutasi virus juga dapat membawa lebih jauh risiko.

Terry Gou, pendiri Foxconn, mengatakan pada hari Rabu bahwa ia menyarankan karyawan perusahaan untuk tidak mengunjungi China selama liburan Tahun Baru Imlek mendatang, di tengah kekhawatiran tentang virus.

Kekhawatiran akan pandemi yang mirip dengan wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang dimulai di Tiongkok dan menewaskan hampir 800 orang pada 2002-2003 telah mengguncang pasar global.

Saham maskapai penerbangan dan barang-barang mewah terpukul sangat keras. Kurs Yuan juga langsung keok.

Pada hari Selasa kemarin, angka kematian baru mencapai enam orang dengan sekitar 300 kasus yang dikonfirmasi positif.

Beberapa operator travel asing mengatakan, Korea Utara akan melarang turis asing mulai hari ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Sebagian besar turis ke Korea Utara berasal dari China, pendukung utama ekonomi Pyongyang.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas