Tribun Kesehatan

Kebanyakan Makan Daging Merah Bisa Munculkan Masalah Kesehatan

Meskipun daging merah bergizi untuk tubuh, bila dikonsumsi tidak sesuai porsi dapat berisiko menimbulkan berbagai penyakit.

Editor: Willem Jonata
Kebanyakan Makan Daging Merah Bisa Munculkan Masalah Kesehatan
Pexels
Terlalu banyak mengonsumsi daging merah berdampak buruk terhadap kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COm - Meskipun daging merah bergizi untuk tubuh, bila dikonsumsi tidak sesuai porsi dapat berisiko menimbulkan berbagai penyakit.

Dua penelitian terbaru kembali membuktikan bahaya terlalu banyak konsumsi daging merah bagi kesehatan.

Penelitian pertama yang diterbitkan di jurnal Gut menemukan, konsumsi daging merah bisa meningkatkan risiko divertikulitis.

Divertikulisis adalah peradangan pada bagian lapisan usus. Penyakit ini mulai banyak ditemukan pada usia muda.

Penelitian itu melibatkan sekitar 46.500 orang yang menjadi bagian dari studi nasional selama 26 tahun.

Mereka yang terlalu banyak makan daging merah memiliki peningkatan risiko divertikulitis sebesar 58 persen.

Andrew Chan, MD dari Massachusetts General Hospital, mengatakan perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana daging merah bisa memicu diverticulitis.

Baca: Daging Merah hingga Gula, Inilah 4 Makanan yang Bisa Mempercepat Terbentuknya Keriput pada Wajah

Tetapi, penelitian kali ini telah menunjukkan bahwa konsumsi daging dalam jumlah banyak dapat mengubah keseimbangan bakteri dalam usus.

Kondisi itu pada akhirnya dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh dan menjadi rentan mengalami peradangan.

Peneliti juga menemukan, mengganti porsi daging merah dengan ikan atau daging unggas dapat menurunkan risiko divertikulitis sebesar 20 persen.

Kemudian, penelitian kedua yang dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute, menemukan konsumsi daging merah dapat meningkatkan keparahan kanker payudara hingga menyebabkan kematian.

Penelitian itu dilakukan terhadap 1.500 pasien kanker payudara selama sekitar 18 tahun. Dalam kurun waktu itu, sekitar 600 perempuan meninggal dunia.

Penelitian menunjukkan, perempuan yang suka makan daging merah yang dipanggang dan merokok sebelum didiagnosis kanker payudara memiliki peningkatan risiko 23 persen mengalami kematian dini.

Baca: Saat Iriana Joko Widodo Ajak Siswa-siswi TK Makan Ikan dan Pisang

Suhu tinggi saat memasak daging merah telah terbukti menghasilkan senyawa inflamasi yang bersifat karsinogenik.

Mekanisme itulah yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Berdasarkan bukti yang terbatas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan daging merah sebagai "mungkin karsinogenik" untuk manusia.

Sementara beberapa penelitian menemukan kaitan dengan kanker pankreas dan kanker prostat, agensi mencatat bahwa hubungan yang paling menonjol telah ditemukan dengan kanker kolorektal.

Daging merah juga diketahui tinggi kolesterol dan lemak jenuh.

Seperti yang Anda ketahui, terlalu banyak lemak ini dapat meningkatkan tingkat kolesterol dalam darah kita yang bukan kabar baik bagi jantung.

"Jika Anda mengurangi asupan lemak hewani harian, Anda akan mengurangi asupan lemak jenuh," jelas Alice Lichtenstein, seorang profesor nutrisi di Tufts University, Massachusetts, dikutip dari Medical Daily.

Dr. Stanley Hazen, yang memimpin penelitian baru dari Klinik Cleveland, menunjukkan bahwa vegetarian dan vegan cenderung memiliki tingkat TMAO (bahan kimia dalam daging) yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak bukan vegan.

Ini bisa menjadi salah satu faktor, mengapa orang yang mengikuti pola makan nabati, cenderung memiliki risiko lebih rendah dari penyakit jantung.

Potensi risiko diabetes juga telah dicatat dalam penelitian lain, Moms.

"Secara khusus, 3,5 ons daging merah atau 1,8 ons daging olahan (misalnya hot dog atau 2 potong bacon) setiap hari menyebabkan peningkatan 19 persen dan 51 persen dalam risiko diabetes, masing-masing," kata Dan Nadeau, seorang ahli endokrin di Hoag Rumah Sakit di Irvine, California.

"Diet yang kaya produk hewani berkontribusi pada peningkatan risiko kejadian obesitas serta diabetes tipe 2 di AS."

Risiko di atas memang berpengaruh pada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai berat badan hingga bagaimana daging dimasak.

Banyak penelitian menyatakan bahwa metode memasak suhu tinggi dapat menyebabkan pembentukan senyawa penyebab kanker.

Inilah sebabnya mengapa metode memasak yang lebih lembut seperti mengunyah dan mengukus direkomendasikan untuk dipanggang dan digoreng.

Juga disarankan untuk menghindari makan bagian daging yang telah dibakar atau hangus.

Intinya adalah bahwa kita lebih baik menghindari daging olahan yang merupakan jenis yang sangat terkait dengan risiko kesehatan.

Adapun daging merah yang belum diolah, para ahli menekankan pada moderasi sampai kita memiliki penelitian berkualitas tinggi.

Pertimbangkan untuk mengadopsi diet gaya Mediterania, yang mendorong lebih banyak makanan nabati sambil mengurangi daging.(*)

Sumber: Nakita
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas