Berkaca pada Ashraf Sinclair, Serangan Jantung Juga Berpotensi Dialami Usia Muda
Penyakit jantung, terutama serangan jantung, seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Editor:
Fajar Anjungroso
2. Obesitas
Peningkatan obesitas kemungkinan merupakan faktor lain yang berkontribusi terhadap tingginya risiko serangan jantung di kalangan kaum muda.
Obesitas adalah faktor risiko diabetes tipe 2. Ini juga merupakan penanda gaya hidup yang buruk, tidak aktif, dan diet yang tidak sehat.
3. Pola makan tidak sehat
Pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan obesitas. Kondisi ini juga dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh, dan menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Diet yang tidak sehat dari makanan olahan dan siap saji, misalnya, dapat secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung. Makanan ini tinggi gula, garam, dan karbohidrat olahan.
4. Pola hidup tidak aktif
Pola hidup tidak aktif adalah salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko banyak penyakit kronis, karena menjadi salah satu alasan orang bertambah berat badan.
Saat kita berolahraga, detak jantung akan meningkat sementara dan kemudian turun kembali, yang memperkuat jantung dan membuatnya lebih sehat. Kurang olahraga akan membuat kehilangan manfaat ini.
Menurut kardiolog, penyakit jantung umum terjadi pada perempuan dan laki-laki usia 55 tahun ke atas, namun kini diskusi di kalangan rumah sakit dan sekolah kedokteran tentang penyakit jantung di usia muda semakin umum dilakukan.
Serangan jantung bisa menjadi fatal dan menyebabkan kematian mendadak. Satu-satunya cara untuk mengurangi insiden serangan jantung di usia muda adalah lewat pencegahan.
Usahakan menerapkan pola makan dan pola hidup sehat, termasuk melakukan aktivitas fisik, mengurangi rokok, menghindari konsumsi alkohol, dan lainnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belajar dari Ashraf Sinclair, Usia Muda Juga Berisiko Serangan Jantung"
Baca tanpa iklan