Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

5 Faktor Penyebab Meningkatnya Risiko Serangan Jantung Mendadak, Salah Satunya Merokok

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gangguan listrik di jantung sehingga mengganggu aktivitas pemompaan, menghentikan aliran darah ke seliruh tubuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Fajar Nasucha
zoom-in 5 Faktor Penyebab Meningkatnya Risiko Serangan Jantung Mendadak, Salah Satunya Merokok
https://pixabay.com/
Ilustrasi Serangan Jantung Mendadak 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan jantung mendadak menjadi satu dari beberapa faktor penyebab kematian.

Melansir laman organisasi kesehatan akademik nirlaba terbesar di Amerika Serikat, Mayo Clinic, Rabu (19/2/2020), serangan jantung mendadak adalah hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara mendadak.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gangguan listrik di jantung sehingga mengganggu aktivitas pemompaan, menghentikan aliran darah ke seliruh tubuh.

Jika tidak segera diobati, serangan jantung mendadak dapat menyebabkan kematian.

Ilustrasu serangan jantung.
Ilustrasu serangan jantung. (Pinterest)

"Hanya sekitar 5 persen dari mereka yang mengalami serangan jantung mendadak dapat bertahan cukup lama untuk sampai dan kemudian dikeluarkan dari rumah sakit hidup," ungkap seorang ahli gangguan irama jantung Bruce Wilkoff, MD yang Tribunnews kutip dari laman Cleveland Clinic.

Menurutnya, saat serangan jantung mendadak menyerang, pacu jantung biasanya tidak teratur.

Itu membuat sirkulasi terhenti, dan darah tidak mencapai paru-paru atau otak.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibatnya, menurutnya, penderita akan pingsan, tidak merespons, berhenti bernapas, dan tidak memiliki denyut nadi.

Setidaknya terdapat lima hal yang menjadi faktor meningkatnya risiko serangan jantung mendadak.

Lima hal tersebut yakni:

1. Jaringan Parut (Scarring)

Masalah irama sering terjadi di otot jantung yang terluka.

"Jaringan parut menyebabkan sinyal listrik jantung menjadi bingung dan terfragmentasi," jelas Dr Wilkoff.

Penyebab paling umum adalah penyakit arteri koroner dan kardiomiopati.

Serangan jantung membuat otot jantung kelaparan, menyebabkan kematian jaringan parut.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas