Tribun Kesehatan

Ramadan 2020

Makan Berlebihan Saat Buka Puasa dan Sahur Bisa Menurunkan Imunitas

Maka yang perlu diingat saat makan sahur maupun buka puasa adalah sesuaikan dengan isi piringku dari Kementerian Kesehatan.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Makan Berlebihan Saat Buka Puasa dan Sahur Bisa Menurunkan Imunitas
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan banyak penelitian, puasa dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Itu karena organ dalam tubuh melakukan detoksifikasi lebih banyak mengingat makan yang masuk hanya sedikit.

Imun yang baik ini juga yang sangat diperlukan saat berpuasa di tengah pandemi virus corona (covid-19) agar tubuh dapat melawan virus yang masuk.

Namun, harus hati-hati. Sistem imun juga bisa menurun di tengah puasa cuma karena makanan yang dikonsumsi lho!

Baca: Gorengan Jadi Menu Favorit Buka Puasa, Bagaimana Meminimalisir Mudaratnya?

Baca: Cara Giring Ganesha Hilangkan Stres Saat di Rumah Saja, Berkebun Hidroponik Sambil Dengar Musik Bali

Lebih detil Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Arti Indira SpGK menjelaskan makanan bisa menurunkan imum tubuh kalau dikonsumsi berlebihan sehingga bisa menimbulkan penyakit lain.

"Yang dikhawatirkan sistem imun turun karena asupan tidak sesuai yang aturan 1.500 kalori per hari, malah pola makan tidak sesuai kebutuhan itu yang membuat sistem imun turun jadi tidak membaik," ungkap dr. Arti saat live di instagram buku erlangga, Kamis (23/4/2020).

Baca: Imbauan Dokter untuk Pasien Diabetes yang Menjalani Ibadah Puasa Saat Pandemi Covid-19

Maka yang perlu diingat saat makan sahur maupun buka puasa adalah sesuaikan dengan isi piringku dari Kementerian Kesehatan.

Komposisinya adalah makanan pokok seperti nasi 2/3 dari setengah piring, lauk lauk 1/3 piring dari setengah piring, sayur 2/3 dari setengah piring, sayur 2/3 piring, buah dan air putih

"Pola makan apa yang sebaiknya ya piring sesuaikan dengan isi pirng saran Kemenkes, perbanyak sayur, buah, cairan," ungkap dr. Arti.

Kemudian jika pola makan sudah baik baru tambahkan dengan suplementasi vitamin C, D, A, Zinc dan selenium.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas