Tribun Kesehatan

Pentingnya Vitamin C saat Pandemi Covid-19

Empat hari setelah kejadian bersin tersebut, Nur melakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif. Ia pun bernapas lega.

zoom-in Pentingnya Vitamin C saat Pandemi Covid-19
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Seorang model menunjukan multivitamin Viter-C 500 di Kawasan Balaraja, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Agar terhindar dari paparan virus Covid-19, berbagai langkah pencegahan bisa kita lakukan baik dari luar dan dalam. Dari luar, Anda dapat melakukan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Bagaimana dengan langkah pencegahan dari dalam? Kita butuh nutrisi seimbang, tidur cukup, dan mengonsumsi suplemen. Suplemen digunakan agar daya tahan tubuh meningkat yang otomatis memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, daya tahan tubuh jadi kunci menjaga kesehatan. Pasalnya virus asal Wuhan, Cina ini bisa menyerang kapan saja.

Nur (32) misalnya. Ia mengaku kaget saat berdiri di halte menunggu bus, orang di sampingnya tiba-tiba bersin. Posisi Nur, yang memakai masker menutup hidung dan mulut, dengan si orang tersebut kebetulan sedang berhadap-hadapan.

Masalah bertambah karena si orang tadi kendati menggunakan masker namun hanya diletakan di dagu.

"Jarak lebih dari 1 meter tapi saya enggak tahu apakah semburan air ludahnya ada yang mengenai saya. Terus terang sepanjang perjalanan saya jadi khawatir," ujar karyawati swasta di bilangan Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan ini.

Untungnya sejak kasus Covid-19 dikonfirmasi masuk ke Tanah Air bulan Maret lalu, Nur melakukan 3M plus mengonsumsi suplemen secara rutin. Suplemen yang dipilih adalah vitamin C.

Alasan mengonsumsi vitamin C selain mudah didapat, harganya lebih murah dibandingkan suplemen lain. Bicara efek sampingnya pun kecil.

"Yang saya tahu, pemerintah juga menganjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin C, jadi saya ikuti. Lagipula terpenting adalah efek sampingnya yang relatif kecil. Vitamin C itu akan dikeluarkan sendiri oleh tubuh jadi tidak mengendap di tubuh," ujarnya.

Empat hari setelah kejadian bersin tersebut, Nur melakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif. Ia pun bernapas lega. Selain karena sudah melakukan 3M, Nur merasa dirinya terlindungi karena rutin mengonsumsi vitamin C.

Pilihan vitamin C

Sementara itu Wakil Direktur PT Ikong Group (Ikong Pharma, Harbat Farma, Dualima Industries) Hansen Thee mengatakan, efek samping kelebihan vitamin C yang umum terjadi adalah gangguan pencernaan, seperti diare, dan mual.

Namun kondisi ini terjadi jika mengonsumsi vitamin C di luar batas aturan pakai. Overdosis vitamin C juga diyakini dapat menyebabkan asam lambung. Sesuatu yang berlebihan memang selalu menimbulkan akibat.

PT Harbat Farma sendiri memproduksi Viter-C, yang tiap satu kapletnya mengandung 500 miligram (mg) yang disarankan. Karena dalam kondisi normal, tubuh manusia tidak dapat menyerap lebih dari 500 mg vitamin C dalam sehari.

viter-1
Multivitamin Viter-C 500. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

Bila dipaksakan mengonsumsi vitamin C lebih dari 500 mg, tubuh tidak menyerap tapi langsung dibuang lewat air seni saat buang air kecil.

Namun dalam kondisi tertentu, ketika tubuh mulai tidak enak badan, lelah, berada di lingkungan yang berpotensi tertular virus, konsumsi vitamin C ini bisa ditingkatkan menjadi 1000 mg, dengan anggapan agar menjaga tubuh supaya tidak kekurangan dosis vitamin C.

"Dalam kondisi tertentu, lebih baik lebih daripada kekurangan. Karena kalaupun berlebih dikeluarkan lewat buang air kecil," ujar Hansen yang ditemui di Kantor PT Ikong Group di kawasan Balaraja, Tangerang, Banten.

Bagaimana jika tubuh kita kekurangan vitamin C? Hansen menyebut hal itu dapat membuat pembuluh darah mudah pecah karena berkurangnya jumlah kolagen. Salah satu indikatornya adalah mudah memar merupakan salah satu gejala yang umum terjadi akibat kurangnya asupan vitamin C.

Selain itu juga akan terjadi gangguan penyerapan zat besi. Bila berkepanjangan efeknya dapat menyebabkan anemia. Anemia akan menyebabkan mudah lelah, pusing. Gejala ini dapat mengganggu produktivitas seseorang yang membutuhkan stamina.

Vitamin C umumnya dikonsumsi 1 hingga 2 kali sehari sebelum atau sesudah makan. Selain kondisi tertentu, kebutuhan seseorang terhadap vitamin C akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Secara umum, lanjut Hansen, vitamin C berperan penting dalam penyerapan zat besi dari makanan dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit serta membantu proses penyembuhan luka.

Vitamin C juga membantu tubuh untuk memproduksi kolagen yang merupakan protein yang dibutuhkan untuk membantu mencegah keriput, proses penyembuhan luka, menjaga keremajaan kulit, memperlambat proses penuaan hingga mencerahkan warna kulit.

Tidak heran, vitamin C juga jadi salah satu vitamin yang sangat disarankan terutama wanita yang ingin memiliki kulit tetap muda. jadi saat pandemi seperti sekarang ini, jangan lupakan mengonsumsi vitamin C, selain meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari Covid-19, juga tetap memiliki kulit yang tetap muda dan cerah.

"Saat pandemi seperti sekarang, kami juga terpanggil untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya vitamin C. Kami pun memberikan pasokan Viter-C ke beberapa daerah yang membutuhkan. Bantuan diberikan  ke puskesms tertentu agar Viter-C bisa sampai kepada yang membutuhkan," ucapnya. (*/lis)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas