Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Rasanya Nikmat, Tapi Sebaiknya Jangan Sering-sering Mi Instan, Ini Alasannya

Banyak orang suka makan mi instan. Variannya beraneka ragam dan rasanya nikmat. Penyajiannya juga mudah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Rasanya Nikmat, Tapi Sebaiknya Jangan Sering-sering Mi Instan, Ini Alasannya
Gambar oleh soochun yuk dari Pixabay
Ilustrasi olahan mi instan 

TRIBUNNEWS.COM - Banyak orang suka makan mi instan. Variannya beraneka ragam dan rasanya nikmat.

Tak hanya itu, penyajian juga mudah sehingga umumnya jadi favorit kaum milenial yang disibukan dengan jam kerja.

Padahal, makanan ini telah terbukti secara klinis tidak dapat dikonsumsi berlebihan karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Baca juga: Jangan Campur Mi Instan dengan Nasi, Ini Bahayanya Pada Tubuh

Agar kita tidak mudah tergoda bujuk rayu kenikmatan mi instan, berikut 4 alasan mengapa makanan siap saji ini tak baik untuk kesehatan:

1. Mengandung lemak jahat

Mi instan mengandung lemak jahat, seperti asam lemak jenuh dan lemak trans.

Jika dikonsumsi berlebihan, zat tersebut bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, kadar kolesterol yang tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

2. Sulit dicerna

Mi instan dapat memerlukan waktu lama untuk dicerna tubuh sehingga bisa membebani proses pencernaan.

Hal ini juga bisa mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin.

Baca juga: 7 Fakta Unik Indomie, Mi Instan dari Indonesia yang Disukai hingga ke Luar Negeri

Selain itu, kandungan pengawet di dalamnya juga bisa memicu asma, kecemasan, dan diare.

3. Tinggi kandungan garam

Kandungan garam dala mi instan juga sangat tinggi. Riset 2014 dalam American Journal of Hypertension membuktikan, konsumsi garam yang tinggi menjadi faktor utama kematian di dunia.

Pasalnya, konsumsi garam atau natrium berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas