Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Kesehatan
LIVE ●
tag populer

Teknik Sunat yang Aman dan Higienis

Sunat bukan hanya tuntutan agama, tapi sunat juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

Editor: Willem Jonata
zoom-in Teknik Sunat yang Aman dan Higienis
Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Sunat bukan hanya tuntutan agama, tapi sunat juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan teknik sunat yang modern, lebih aman, nyaman, dan biayanya terjangkau, terus meningkat.

Berbagai klinik sunat modern pun menawarkan teknik sunat yang aman dengan proses cepat.

Ada beberapa teknik sunat yang dikenal saat ini, di antaranya sunat tradisional, konvensional (sayatan), dan modern.

Belakangan, metode klem menjadi salah satu dari sekian metode yang banyak diminati.

Baca juga: Manfaat Sunat dan Tentang Layanannya di Masa Pandemi

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, spesialis bedah saraf, seperti dikutip Kompas.com, banyak dokter lebih diminati karena lebih higienis dan aman.

SUNATAN MASSAL - (Warta Kota/Henry Lopulalan)
SUNATAN MASSAL - (Warta Kota/Henry Lopulalan) (Wartakota/Henry Lopulalan)

Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga telah merekomendasikan teknik klem sebagai teknik sirkumsisi, salah satunya di negara-negara Afrika.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selain proses sunat yang lebih mudah dan cepat, teknik klem memiliki keunggulan seperti perdarahan minimal, tanpa jahitan, proses penyembuhan luka lebih cepat dibanding metode konvensional," kata Mahdian.

Studi yang dilakukan pada tahun 2010 terhadap 7.500 anak yang disirkumsisi menggunakan Ali’s clamp menemukan bahwa komplikasi total dengan teknik klamp hanya sebanyak 2 persen.

Ini jauh lebih rendah dibanding komplikasi pada teknik sirkumsisi konvensional yang mencapai 10,4 persen.

Risiko infeksi silang juga sangat kecil karena teknik tersebut menggunakan alat sekali pakai.

"Teknik ini aman untuk segala usia, apalagi untuk bayi yang suka mengompol. Tak ada larangan untuk tak boleh kena air setelah itu," tambahnya.

Menggunakan Mahdian Klem juga lebih mudah bagi operator (dokter, perawat), tidak memerlukan rotasi saat pemasangan tabung dan penjepit klem sehingga posisi penis tidak miring setelah pelepasan tabung, secara kosmetik lebih baik.

Waktu rata-rata yang diperlukan untuk melakukan tindakan sirkumsisi dengan teknik klamp juga lebih singkat, yaitu 4,5 sampai 1,5 menit. Sedangkan dengan teknik sirkumsisi konvensional adalah selama 23 menit. 

Makanya, teknik klem juga lebih unggul dalam kegiatan sunat masal.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas