Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Direktur Dian Perdana Medika Bantah Galon Guna Ulang Berbahaya untuk Kesehatan

Selama memenuhi syarat SNI tentu saja aman dan sesuai namanya air minum dalam kemasan, maka kemasannya harus aman

Direktur Dian Perdana Medika Bantah Galon Guna Ulang Berbahaya untuk Kesehatan
istimewa
Galon guna ulang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Klinik Dian Perdana Medika Jawa Tengah, dr Dian Kristiani meluruskan pemberitaan tentang BPA dalam galon guna ulang yang mengutip namanya sebagai pembuat pernyataan.

Dian mengatakan, dirinya hanya mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih wadah berbahan plastik karena ada ketakutan mikropartikel yang terkandung di dalam plastik bisa mengandung BPA yang bisa berbahaya jika terkena panas dan terkonsumsi dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang.

“Jadi saya tidak pernah menyampaikan bahwa mikropartikel plastik BPA itu yang ada di dalam galon guna ulang,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Rabu (30/12/2020).

Sebelumnya di sejumlah media, termasuk Tribunnews.com dan Warta Kota, Dian mengatakan bahwa galon guna ulang itu berbahaya untuk kesehatan karena mengandung BPA.  

Baca juga: Asosiasi Pengusaha Minta Pemprov DKI Tinjau Ulang Wacana Pemberlakuan Rem Darurat

Dian menekankan, yang disampaikan saat itu adalah lebih fokus kepada ketelitian memilih plastik yang mengarah kepada botol susu bayi dan tempat makan bukan galon guna ulang.

“Hal itu karena botol-botol susu dan wadah makan yang saat ini beredar di masyarakat banyak yang belum melalui proses pengujian atau aman dari bahan BPA.

Dian Kristiani1
dr Dian Kristiani

Jadi ditakutkan jika digunakan dalam kondisi panas secara berulang-ulang, mikropartikel di plastik BPA akan larut dalam air menembus sawar plasenta dan membahayakan bayi,” tuturnya.

Mengenai galon guna ulang, Dian menegaskan bahwa dari jaman dahulu sejak galon isi ulang ada pun, masih dianggap aman sampai saat ini.

“Isu ini sudah direspon aktif oleh beberapa negara seperti Kanada.

Bahkan Danone pun sudah lebih spesifik dalam pemilihan plastiknya sesuai kebutuhan. Jadi kalau ada yang menulis bahwa saya mengatakan galon isi ulang berbahaya, itu tidak benar,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas