Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sering Mengantuk setelah Makan? Menu yang Dikonsumsi Bisa jadi Faktor Penting

Sering merasa ngantuk setelah makan? Ternyata makanan yang kita konsumsi bisa mempengaruhinya, ini penjelasannya secara medis!

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitriana Andriyani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in Sering Mengantuk setelah Makan? Menu yang Dikonsumsi Bisa jadi Faktor Penting
organsofthebody.com
Sering merasa ngantuk setelah makan? Ternyata makanan yang kita konsumsi bisa mempengaruhinya, ini penjelasannya secara medis! 

Masalah muncul ketika kita makan terlalu banyak jenis makanan ini.

Ketika kita mengisi makanan bertepung, kadar glukosa darah kita melonjak dan kelebihan insulin disekresikan ke dalam aliran darah untuk mengelola jumlah glukosa yang sangat banyak tersebut.

Karena tindakan konstan oleh insulin pada sel-sel tubuh untuk menurunkan kadar glukosa darah kronis tinggi, sel-sel kita mengembangkan resistensi terhadap aksi insulin.

Kondisi itu menjadi sangat sulit untuk mengelola kadar glukosa darah.

Tingkat energi juga akan mulai berkurang, karena insulin tidak dapat lagi merangsang glukosa untuk masuk ke dalam sel.

Baca juga: Manfaat Air Rebusan Serai, Turunkan Kolesterol hingga Redakan Kecemasan

Baca juga: Ini 11 Manfaat Bawang Putih sebagai Obat Herbal Sembuhkan Penyakit yang Jarang Diketahui

Pada saat itulah kita akan menerima serangan rasa kantuk yang tak tertahankan.

Karena kadar gula darah kita yang tinggi setelah makan makanan bertepung dan ketidakmampuan insulin untuk memasukkannya ke dalam sel kita karena resistensi insulin, tubuh mulai mengubah glukosa menjadi lemak untuk disimpan.

Rekomendasi Untuk Anda

Proses konversi ini sangat membebani cadangan energi tubuh dan menghasilkan kantuk setelah makan yang dialami hampir setiap orang.

 2. Aktivitas Otak

(freepik)

Berbagai makanan juga menyebabkan perubahan aktivitas otak dengan mempengaruhi satu atau lebih bahan kimia di otak.

Karbohidrat, misalnya, memberi tubuh kita prekursor yang diperlukan untuk sintesis neurotransmitter serotonin, yang menenangkan kita.

Oleh karena itu, masuk akal bahwa makan makanan kaya berkarbohidrat akan menghasilkan kelebihan serotonin.

Hal itulah yang menyebabkan kita menjadi terlalu tenang dan santai, juga dikenal sebagai "tertidur".

Beralihlah ke makanan berprotein tinggi, seperti daging, ikan, keju, telur, dan lain-lain.

Makanan tersebut mengandung asam amino triptofan, yang digunakan oleh tubuh kita sebagai prekursor lain untuk serotonin.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas