Masih Banyak yang Sengaja atau Tidak Sadar Terapkan 3M yang Tidak Tepat
Masker baik digunakan kapanpun dan tidak berefek apapun walaupun digunakan dalam jangka panjang
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Walaupun kampanye 3M untuk mencegah penularan Covid-19 sudah digaungkan sejak pandemi berlangsung, namun masih banyak penerapannya yang tidak tepat.
Baik karena tidak tahu atau memang menganggap sepele.
Padahal, 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak masih harus terus berlangsung walaupun sudah ada program vaksinasi.
Terlebih program vaksinasipun masih berlangsung lama untuk bisa mencakup 70 persen dari seluruh penduduk Indonesia sehingga pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) belum akan terbentuk dalam waktu singkat.
“Jangan berpikir ada vaksin, masanya sudah berlalu dan kembali seperti semula.
Baca juga: Komite Olimpiade Indonesia dan Satgas Penanganan Covid-19 Kampanye Bersama Penggunaan Masker
Belum ada vakin juga masih ada warga yang nggak peduli penerapan 3M,” kata dr Santi, Medical Center KG dalam bincang KG dengan tema ‘Tetap Waspada Walau Ada Vaksin Covid-19’, Rabu (13/1/2021).
Dalam survey, terungkap hanya 31,5 persen yang menjalankan 3M dengan disiplin, 52 persen hanya menjalankan salah satu atau dua saja, dan 9,3 persen tidak menjalankan sama sekali.
“Protokol kesehatan jangan kendur. Selain penerapan 3M yang benar juga harus menerapkan gaya hidup sehat dengan makan yang bervariasi, minum dan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh meningkat.
Jangan memilih makan dengan gula dan lemak tinggi karena makanan tersebut menurunkan daya tahan tubuh. Padahal tubuh kita sedang ‘berperang’,” papar dokter Santi lagi.
Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa penerapan 3M seringkali masih belum benar.
Baca juga: Artis, Host dan Talent TV Abai Protokol Kesehatan, Face Shield Tanpa Masker Tak Direkomendasikan
Berikut penerapan 3M yang seringkali tidak disadari ternyata tidak dapat mencegah penularan Covid-19.
1. Faceshield tidak menggantikan masker tapi melengkapi penggunaan masker. Bila hanya menggunakan faceshield, masih ada udara yang bisa masuk sehingga kemungkinan masuk virus masih sangat memungkinkan.
2. Harus menggunakan masker kain yang sesuai standar, jangan pakai kain satu lapis, tidak pakai buff. Bahan yang digunakan semakin mudah melar semakin tidak baik.
3. Bagian hidung dan mulut harus tertutup rapat, jangan longgar. Bila ada talinya ikatkan dengan kencang.
Baca tanpa iklan