Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bukan Penyakit yang Sama, Ini Perbedaan GERD dan Mag

Namun, memang penanganan GERD dan sakit mag hampir serupa. Penggunaan obat mag pun bisa digunakan untuk GERD.

Bukan Penyakit yang Sama, Ini Perbedaan GERD dan Mag
pixabay/derneuemann
Ilustrasi mulas karena Asam Lambung (pixabay/derneuemann) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Umumnya, masyarakat Indonesia mungkin masih beranggapan penyakit yang berhubungan pada asam lambung pastilah sakit mag.

Padahal tidak semua gejala mual dan begah merupakan sakit mag.

Bisa saja itu adalah Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD. Meski gejala yang dirasakan nyaris sama, GERD berbeda dengan asam lambung.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Hasan Maulahela, Sp. PD- KGEH dalam acara Sains Talk yang diadakan oleh Kompas.com.

Menurut dia, Mag adalah peradangan yang terjadi di dalam lambung itu sendiri.

Baca juga: Benarkah Kanker Lambung Muncul Karena Faktor Keturunan? Begini kata Ahli

Sedangkan GERD adalah kelainan sistim pencernaan yang mempengaruhi aktivitas otot kerongkongan bagian bawah (otot LES). 

Asam lambung mengiritasi alat pencernaan hingga kerongkongan. Jadi antara GERD dan maag adalah penyakit yang berbeda lokasi sumber penyebabnya. 

Walau begitu dr. Hasan Maulahela mengungkapkan jika memang penanganan GERD hampir serupa dengan penyakit mag.

Gangguan asam lambung
Gangguan asam lambung (net)

Penggunaan obat mag pun bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan. Tapi tidak secara permanen.

"Boleh menggunakan obat-obatan asam lambung atau maag yang beredar di pasaran. Tapi tidak boleh dikonsumsi secara rutin karena ada efek samping yang ditimbulkan," ucapnya, Kamis (11/2/2021).

Oleh karena dr. Hasan Maulahela menyarankan untuk jangan sungkan berkonsultasi pada dokter jika mengalami gangguan asam lambung atau GERD.

Apalagi jika sudah mengalami gejala dalam kurun waktu yang cukup lama.

Perlu penanganan yang tepat sebelum nantinya dapat berefek panjang dan menganggu aktivitas sehari-hari.

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas