Sebentar Lagi Ramadan, Ini Trik Puasa Sehat Dari Dokter, Siapkan Mental
Menjelang Ramadan, banyak yang sibuk siapkan kebutuhan fisik seperti vitamin, obat, hingga rencana menu sahur dan berbuka. Ini trik puasa sehat.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Tak terasa sebentar lagi umat muslim bersiap hadapi puasa Ramadan.
- Banyak orang mulai sibuk menyiapkan kebutuhan fisik seperti vitamin, obat, hingga rencana menu sahur dan berbuka.
- Namun ada satu aspek krusial yang kerap luput diperhatikan, yakni kesiapan mental.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Ramadan, banyak orang mulai sibuk menyiapkan kebutuhan fisik seperti vitamin, obat, hingga rencana menu sahur dan berbuka.
Namun di balik semua itu, ada satu aspek krusial yang kerap luput diperhatikan, yakni kesiapan mental.
Baca juga: Ingin Turun Berat Badan Seiring Puasa Ramadan, Dokter Ingatkan Jangan Lakukan Kesalahan Ini
Board of Medical Excellence Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan proses adaptasi tubuh dan pikiran yang seharusnya dipersiapkan sejak jauh hari.
“Sebetulnya yang pertama kali yang harus kita siapkan itu mentalnya dulu,” kata dr. Irwan pada acara Halodoc Talks by Halodoc: Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Selama Ramadan hingga Perayaan Idulfitri di Jakarta Pusat, Rabu (21//2026).
Menurutnya, tanpa kesiapan mental, puasa justru bisa memicu kepanikan dan stres yang berdampak langsung pada kesehatan.
4 Fase Penting
1. Fase Pra-Ramadan: Mental Jadi Fondasi Utama
Beberapa minggu sebelum Ramadan adalah fase paling penting untuk membangun kesiapan puasa. Pada tahap ini, masyarakat cenderung fokus pada persiapan fisik, mulai dari vitamin hingga tindakan medis tertentu.
Namun dr. Irwan menilai, kesiapan mental justru sering terabaikan.
“Kadang-kadang kita enggak siap mental puasa,” ujarnya.
Ketika mental belum siap, kepanikan mudah muncul. Alih-alih membuat tubuh lebih siap, kondisi ini justru dapat menimbulkan stres yang berpengaruh pada daya tahan tubuh.
Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan lambung atau keluhan kesehatan lain, fase ini juga menjadi waktu penting untuk menyiapkan antisipasi sejak awal.
2. Fase Ramadan: Mengenali Pola Keluhan yang Biasa Muncul
Memasuki bulan puasa, tubuh mulai beradaptasi dengan perubahan jam makan, tidur, dan aktivitas harian. Pada fase ini, sejumlah keluhan kesehatan yang sebelumnya pernah dialami bisa saja kembali muncul.
dr. Irwan menekankan pentingnya kesadaran terhadap sinyal tubuh sendiri.
Baca tanpa iklan