Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Masyarakat Disarankan Tidur Cukup sebelum Divaksin Covid-19, Apa Alasannya?

Selain memastikan tubuh dalam kondisi sehat, salah satu saran yang perlu dilakukan masyarakat sebelum divaksin adalah tidur cukup. Apa alasannya?

Masyarakat Disarankan Tidur Cukup sebelum Divaksin Covid-19, Apa Alasannya?
TRIBUN PEKANBARU/TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua digelar di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, Riau, Senin (1/3/2021). Sekitar 2 ribu orang yang mendapat Vaksi Covid-19 tersebut berasal dari berbagai instasi dan organisasi yang ada di Provinsi Riau. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, tenaga pendidik, pejabat negara, petugas keamanan, atlet hingga wartawan. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNNEWS.COM - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah mulai disalurkan ke masyarakat.

Selain memastikan tubuh dalam kondisi sehat, salah satu saran yang perlu dilakukan masyarakat sebelum divaksin adalah tidur cukup. Apa alasannya?

Melansir WebMD, tidur cukup adalah faktor penting untuk menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Tapi, tidur cukup yang dimaksud tidak hanya sehari sebelum divaksin, melainkan usahakan telah memiliki kebiasaan tidur cukup secara teratur sebelumnya.

"Tidur cukup dan berkualitas secara teratur dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengoptimalkan respons tubuh terhadap vaksin," ungkap Presiden American Academy of Sleep Medicine (AASM), Dr Kannan Ramar dalam keterangan tertulis.

Ada beberapa penelitian yang menemukan hubungan antara tidur dan respons vaksinasi.

Sebuah studi di tahun 2020 di International Journal of Behavioral Medicine, misalnya, menemukan bahwa vaksin flu tampaknya lebih efektif pada orang yang cukup tidur selama dua malam sebelum menerima suntikan.

Penelitian lain melaporkan temuan serupa tentang tanggapan pasien terhadap vaksin untuk hepatitis A dan hepatitis B.

Direktur Pusat Neuromodulasi UMMHC/UMMS di University of Massachusetts Medical School, Dr Khurshid Khurshid menjelaskan, peran tidur terhadap penguatan respons kekebalan tubuh sangatlah signifikan.

Tak hanya untuk sebelum vaksinasi, seseorang yang baru saja divaksin juga harus berupaya tidur cukup.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas