Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Pentingnya Protein Hewani & 9 Asam Amino Esensial bagi Tumbuh Kembang Anak, Saatnya Cegah Malnutrisi

Berikut pentingnya protein hewani dan 9 Asam Amino Esensial bagi tumbuh kembang anak, saatnya cegah malnutrisi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Sri Juliati
zoom-in Pentingnya Protein Hewani & 9 Asam Amino Esensial bagi Tumbuh Kembang Anak, Saatnya Cegah Malnutrisi
Freepik
Beberapa sumber protein hewani tinggi, yaitu telur, susu, dan ayam. 9 Asam Amino Esensial (9AAE) harus dipenuhi dari makanan dan minuman yang merupakan sumber protein hewani. 

TRIBUNNEWS.COM - 1.000 hari pertama kehidupan menjadi kunci pertumbuhan dan perkembangan anak.

Untuk diketahui, 1.000 hari pertama kehidupan dimulai dari sembilan bulan si kecil ada di dalam kandungan, hingga ia berusia dua tahun.

Pertumbuhan dan perkembangan pada periode ini menjadi masa emas tumbuh kembang anak.

Pasalnya, otak sang anak mengalami perkembangan paling cepat di fase tersebut.

Namun, jika asupan nutrisi si kecil tidak terpenuhi secara tepat dan berkualitas, anak akan mengalami malnutrisi.

Berdasarkan hasil riset The South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS), angka malnutrisi di Indonesia masih cukup tinggi.

Hasil Riskesdas 2018 juga menunjukkan, dua provinsi di Indonesia mempunyai prevalensi stunting di atas 40 persen, yang mana penyakit ini paling ditakuti di seluruh dunia karena dapat merusak generasi suatu bangsa.

Rekomendasi Untuk Anda

Angka ini tergolong sangat tinggi.

Sementara itu, 18 provinsi memiliki prevalensi stunting sebesar 30-40 persen.

Angka tersebut membuat Indonesia menjadi satu dari sekian negara dengan kasus stunting terbesar di Asia Tenggara.

Kader Posyandu mengukur tinggi badan balita dalam pemeriksaan rutin satu bulan sekali dalam rangka pencegahan stunting, di Taman Posyandu Delima, RW 03 Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, Kamis (19/12/2019).
Kader Posyandu mengukur tinggi badan balita dalam pemeriksaan rutin satu bulan sekali dalam rangka pencegahan stunting, di Taman Posyandu Delima, RW 03 Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, Kamis (19/12/2019). (SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO)

Anak dengan kondisi stunting dapat mengalami gangguan fungsi kognitif dan penurunan sistem imun serta obesitas dan hipertensi saat dewasa.

Penyebabnya adalah kualitas asupan gizi yang masih kurang maksimal.

Anak usia pertumbuhan di Indonesia memiliki asupan proporsi protein hewani yang lebih rendah.

Para generasi emas ini justru hanya memiliki 30 persen asupan proporsi protein hewani.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan protein nabati yang dibutuhkan, yakni sejumlah 70 persen.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas