Tribun Kesehatan

Polusi Udara Dapat Turunkan Fungsi Paru

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (KPDPI), Dr. Agus Dwi Susanto mengatakan polusi udara memiliki porsi yang cukup besar terhadap fungsi paru.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Anita K Wardhani
Polusi Udara Dapat Turunkan Fungsi Paru
Tribunnews/JEPRIMA
Pemandangan gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta, Jumat (30/8/2019). Mengacu pada data gabungan AQMS KLHK dan pemerintah DKI Jakarta, kualitas udara Jakarta berada pada konsentrasi 39,04 ?g/Nm3 atau pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (KPDPI), Dr. Agus Dwi Susanto mengatakan polusi udara memiliki porsi yang cukup besar terhadap fungsi dari paru maupun penyakit lain yang berhubungan dengan saluran pernapasan manusia.

Menurutnya penting bagi masyarakat untuk selalu mewaspadai dan melindungi diri dari dampak polusi udara.

“Kita menghindari daerah-daerah yang berpolusi dalam beraktivitas di luar rumah, selalu memantau kondisi polutan di udara, kemudian kita mengurangi aktivitas di luar ruangan pada saat polutan sedang tinggi, menggunakan alat

pelindung diri kalau kita beraktivitas di luar rumah termasuk menggunakan masker,” ujar Dr. Agus kepada Komunitas Bicara Udara yang disiarkan akun Instagram @bicaraudara, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Serem, Polusi Akibat Pemakaian BBM Ron Rendah Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Baca juga: Kurangi Polusi di Udara, Pertamina Terapkan Program Langit Biru di Banjarmasin

Hal tersebut terjadi lantaran komponen dari polusi udara baik komponen gas maupun komponen partikel.

Sebagian besar berdampak pada iritatif karena itu akan timbul keluhan-keluhan dalam jangka pendek.

"Keluhan tersebut berupa iritasi, seperti misalnya kulit muka menjadi merah, hidung sering bersin-bersin, tenggorokan gatal, batuk-batuk karena adanya iritasi dari polusi termasuk saluran bawah akan timbul peradangan akut yang berpotensi menimbulkan keluhan dalam jangka pendek," ungkap Agus.

Gejala tersebut menurutnya merupakan dampak jangka pendek yang disebabkan oleh paparan polusi udara terhadap tubuh manusia.

Ilustrasi paru-paru.
Ilustrasi paru-paru. (LiveScience.com)

Agus melihat bahwa terdapat dampak jangka panjang dari polusi udara tersebut terhadap kesehatan masyarakat.

"Bagi orang yang memiliki asma akan membuat penyakitnya menjadi sering kambuh," ungkap Agus.

"Sedangkan orang yang belum terkena (asma) jika terus menerus terkena polusi udara maka dalam beberapa bulan atau tahun terus berada di lingkungan berpolusi maka akan membuat penurunan fungsi paru lebih cepat dan berimplikasi menyebabkan asma," tambah Agus.

Dampak buruk lainya yang disebabkan oleh paparan polusi udara adalah jika seseorang terus menerus terpapar udara yang tidak bagus maka dapat menyebabkan penyakit serius seperti kanker paru.

Selain itu, jika melihat dari beberapa riset, udara yang buruk juga dapat berdampak pada gangguan kognitif pada anak-anak dalam masa pertumbuhan.

"Gangguan kognitif pada anak-anak dalam masa pertumbuhan ini juga mempengaruhi proses pertumbuhan anak polutan itu beberapa riset menunjukan anak-anak yang terkena ekspos polusi ternyata tinggi badanya sedikit lebih pendek dari anak-anak yang tidak terkena polusi jadi efek stunting," pungkas Agus.

berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas