Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengenal Hipospadia, Kelainan Alat Kelamin Pada Anak Laki-laki, Bisakah Terdeteksi Saat Hamil?

Hipospadia atau kelainan alat kelamin (penis) pada anak bisa dideteksi saat hamil.

Mengenal Hipospadia, Kelainan Alat Kelamin Pada Anak Laki-laki, Bisakah Terdeteksi Saat Hamil?
tribunnews.com/rina ayu
Konsultan Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals ASRI Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp. (K). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hipospadia atau kelainan alat kelamin (penis) pada anak bisa dideteksi saat hamil.

Hal itu seperti diungkap Konsultan Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals ASRI Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp. (K).

Ia mengatakan, hipospadia pada anak dapat terlihat saat janin telah memasuki trimester ketiga.

"Kalau dari sisi deteksi kehamilan bisa, karena USG saat ini sudah canggih seperti USG 4D dan biasanya pada trimester 3 bisa dideteksi," ujarnya dalam media briefing virtual dengan tema “Hipospadia dan kelainan genitalia lainnya pada anak dapat disembuhkan" pada Jumat (4/6/2021).

Hipospadia sendiri merupakan sebuah kelainan penis anak, di mana lubang saluran kemih tidak terletak pada ujung penis akan tetapi terletak pada bagian bawah batang penis.

Baca juga: Dokter Alex, Putra KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa Ikut Tangani Hipospadia Aprilio Manganang

Baca juga: Jalani Pemeriksaan Seperti Adiknya, Kakak Kandung Aprilia Manganang Ternyata juga Idap Hipospadia

Kelainan ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti gangguan pada fungsi reproduksi, infertilitas, dan psikologi.

Angka kejadian berkisar 1 dari 200-300 kelahiran bayi laki-laki, serta bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena Hipospadia.

Ia mengatakan, jika diketahui lebih dini maka penanganannya jauh lebih mudah.

"Masalah genetal ini sifatnya bukan mematikan. Jadi biasanya kita dokter menunggu setelah lahir. Deteksi awal jadi penanganan lebih awal," ujarnya.

Konsultan Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals ASRI dr. Arry Rodjani, Sp.U(K), menambahkan, jika anak sudah terdeteksi memiliki Hiposdia maka ada baiknya segera melakukan operasi.

Dengan waktu ideal sebelum dua tahun.

"Sebelum dua tahun lebih baik. Secara psikologis lebih baik. Secara penanganan medisnya juga terbukti lebih baik," kata Ari.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas