Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ketahui Gejala Kanker Usus dan Cara Mencegahnya

Rata-rata pasien yang mengidap kanker, terdiagnosis terlambat. Jika tidak dideteksi sedari dini, maka nyawa terancam. Termasuk kanker usus.

Ketahui Gejala Kanker Usus dan Cara Mencegahnya
Bet_Noire
Ilustrasi kanker 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Rata-rata pasien yang mengidap kanker, terdiagnosis terlambat. 

Jika tidak dideteksi sedari dini, maka kanker bisa mengancam nyawa. Begitu pula pada kanker usus.

Menurut dokter spesialis bedah, dr Taslim Poniman Sp B-KBD, kanker usus 99 persen bersifat ganas. 

"Jinak setengah persen, sedangkan lainnya tuberkolosis. TBC usus juga ada. Dimulai lambung, kerongkongan, usus besar, alus hingga spektrum," paparnya pada kanal YouTube Halo Awal Bros, dikutip Senin (20/9/2021).

Baca juga: 9 Manfaat Manggis untuk Kesehatan: Dapat Meringankan Masalah Menstruasi hingga Mencegah Kanker

Baca juga: Pasien Kanker Paru di Inggris Akan Terima Obat Amgen yang Targetkan Mutasi Gen

Gejala yang dimunculkan pun bermacam-macam. Namun, kanker usus ternyata bisa dilihat dari buang air besar.

Ada perubahan saat buang air besar. Biasanya sehari sekali, kini menjadi dua hari bahkan tiga hari sekali. 

"Bisa mencret, normal lagi, kadang terakhir sudah ada sumbatan, tumor sudah besar," katanya lagi. 

Baca juga: Penyintas Kanker Paru di Indonesia Hadapi Dilema di Masa Pandemi

Selain itu kekurangan serat bisa menjadi pemicunya. Kekurangan serat membuat buang air besar menjadi susah keluar. Hal ini mengakibatkan terjadinya iritasi dan infeksi. 

"Tumor berawal dari infeksi, dan kedua dari tumor jinak. Infeksi, iritasi akhirnya jadi tumor. Kurang makan serat salah satu menjadi penyebab kanker. Jadi musti makan buah dan sayur-sayuran," tegasnya.

Ia pun menyarankan untuk menjauhi makanan junk food. Selain itu tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang diawetkan dan dibakar. 

Di sisi lain, ada penurunan berat badan secara drastis. Hal ini perlu diperhatikan karena gejala awal biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas