Tribun Kesehatan

Persalinan Caesar Miliki Risiko, Sebabkan Gangguan Cerna Anak, Apa Solusinya?

Jumlah persalinan Caesar terus meningkat secara global dengan jumlah lebih dari 1 di antara 5 (21%) dari semua kelahiran. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Persalinan Caesar Miliki Risiko, Sebabkan Gangguan Cerna Anak, Apa Solusinya?
iStockphoto
Setelah melahirkan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan riset dari organisasi kesehatan dunia (WHO), jumlah persalinan Caesar terus meningkat secara global dengan jumlah lebih dari 1 di antara 5 (21%) dari semua kelahiran. 

Sementara, dalam skala nasional angka prevalensinya hampir 18% (RISKESDAS 2018).

Peningkatan umum faktor-faktor risiko ibu menjadi bagian besar atas meningkatnya persalinan caesar di seluruh dunia. 

Tingginya jumlah tindakan persalinan caesar perlu diimbangi dengan pengetahuan mengenai manfaat dan risiko metode tersebut, terutama bagi kesehatan anak. 

Faktanya, metode kelahiran caesar merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan mikrobiota pada anak, sehingga berpotensi mempengaruhi sistem daya tahan tubuhnya.

Baca juga: 9 Tips Mudah dan Efektif Menurunkan Berat Badan setelah Hamil: Mulai dari Menyusui hingga Olahraga

Baca juga: Pentingnya Pemenuhan Nutrisi Ibu Menyusui

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi dr. Molly D. Oktarina, SpA(K) .

Menurut dia, salah satu risiko metode kelahiran caesar adalah menyebabkan gangguan keseimbangan kolonisasi mikrobiota di saluran pencernaan si Kecil.

Hal ini dikarenakan, mikrobiota yang baik pada tubuh berada pada jalan lahir bayi yang bisa didapatkan lewat persalinan normal. 

Bayi akan berkenalan dengan bakteri baik dan langsung mengaktivasi sel imun. Selain itu kata dr Molly, persalinan normal dapat membentuk sitokin secara baik pada bayi.

Ibu dan bayi
Ibu dan bayi (Pinterest)
  Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas