Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Efek Negatif Tinggal di Dekat Kilang Minyak dan Apa yang Harus Dilakukan  

Bahkan banyak dari kilang minyak besar ini yang berbagi garis pagar dengan sekolah hingga taman yang sering dikunjungi oleh anak-anak setiap harinya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Efek Negatif Tinggal di Dekat Kilang Minyak dan Apa yang Harus Dilakukan  
Tribun Jateng/ Permata Putra Sejati
Suasana kebakaran Tangki kilang Pertamina RU IV Cilacap terbakar pada Sabtu (13/11/2021) malam sekira pukul 19.10 WIB. 

Banyak penelitian terkait sulfur dioksida yang memang telah dilakukan pada hewan di laboratorium, namun sangat sedikit tes yang telah dilakukan pada manusia.

Studi perbandingan pun telah dilakukan pada hewan, begitu pula saat data manusia digunakan dalam penelitian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa paparan manusia akan memiliki efek yang sangat mirip dengan paparan hewan.

Pada tingkat rendah, kurang dari 1 part per million (ppm) paparan sulfur dioksida, marmut menunjukkan perubahan dalam ritme pernafasan mereka dengan mengambil nafas yang lebih pendek dan lebih dalam. 

Gejala yang lebih parah terlihat pada hewan yang terpapar konsentrasi tinggi, termasuk penurunan respirasi, peradangan atau infeksi saluran udara, dan kerusakan paru-paru.

'Monster kimia tak kasat mata ini' merayap di udara di sekitar kilang dan meracuni siapapun yang bersentuhan dengannya.

Selanjutnya, ada pula benzena, zat karsinogen berbahaya ini merupakan bahan kimia lain yang juga digunakan di kilang minyak.

Zat ini berasal dari gas alam, minyak mentah atau batu bara, dan digunakan di kilang sebagai pelarut untuk membuat bahan kimia lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Benzena dilepaskan ke lingkungan saat batu bara dan minyak dibakar dan dibuat menjadi bahan kimia baru di kilang minyak, kemudian dilepaskan ke lingkungan melalui knalpot kendaraan.

Zat kimia ini dapat masuk ke tubuh anda melalui paru-paru, saluran pencernaan, dan kulit.

Saaa anda terpapar benzena tingkat tinggi di udara, sekitar setengah dari benzena yang anda hirup ini akan melewati lapisan paru-paru dan memasuki aliran darah.

Begitu berada di aliran darah, benzena mengalir ke seluruh tubuh anda dan dapat disimpan sementara di sumsum tulang dan lemak.

Baca juga: Tangki Kilang Pertamina di Cilacap Terbakar, Hanya Satu Tangki, Pertamina: Pasokan BBM Aman

Biasanya, benzena meninggalkan tubuh melalui urin dalam waktu sekitar 48 jam.

Pada bayi yang belum lahir, benzena dapat dihirup oleh ibu dan ditransfer ke anak melalui darah sang ibu.

Pada anak-anak dan bayi yang belum lahir, benzena dapat menyebabkan masalah pada darah dan jaringan yang membentuk sel darah.

Paparan benzena ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker pada jaringan yang membentuk sel darah dalam tubuh, dan lebih sering menyebabkan leukemia pada anak kecil.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas