Tribun Kesehatan

Kematian Akibat Resistensi Antimikroba Capai 700 Ribu Orang Per Tahun

Resistensi antimikroba (AMR) jadi ancaman kesehatan masyarakat yang mendesak.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Kematian Akibat Resistensi Antimikroba Capai 700 Ribu Orang Per Tahun
ist
Kepala Pusat Pemberdayaan dan Jaminan Kesehatan Kemenkes Kalsum Komaryani dalam acara Diskusi Media FMB 9 dengan topik "Tarif Iuran BPJS" yang diselenggarakan di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, pada Senin (7/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Resistensi antimikroba (AMR) jadi ancaman kesehatan masyarakat yang mendesak.

Respons berbasis One Health yang berkelanjutan mencakup manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan, sangat penting untuk mengatasi ancaman ini.

Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dr. Kalsum Komaryani, MPPM mengatakan saat ini kematian akibat resistensi antimikroba mencapai 700 ribu orang per tahun dan diprediksi di tahun 2050 bisa mencapai 10 juta orang per tahun di seluruh dunia.

“Dan ternyata distribusinya diprediksi terbanyak di Asia dan Afrika sekitar 4,7 juta dan Afrika 4,1 juta, sisanya di Australia, Eropa, Amerika,” katanya pada temu media Pekan Antimikroba Resisten secara virtual, Kamis (18/11).

Penyebab resistensi antimikroba ditinjau dari segi kesehatan mulai dari tidak adanya indikasi dalam penggunaan antimikroba, indikasi tidak tepat, pemilihan antimikroba tidak tepat, dan dosis tidak tepat.

AMR menimbulkan ancaman kesehatan global yang signifikan bagi populasi di seluruh dunia. Dengan pertumbuhan perdagangan dan perjalanan global, mikroorganisme yang resisten dapat menyebar dengan sangat cepat sehingga tidak ada negara yang aman.

Bahaya resistensi antimikroba berkaitan erat dengan perilaku pencegahan dan pengobatan, sistem keamanan produksi pangan dan lingkungan.

Oleh karena itu pendekatan "One Health" diperlukan untuk mengatasi kompleksitas pengendalian kejadian resistensi antimikroba.

Baca juga: 9 Tips Menjaga Kesehatan saat Musim Hujan: Konsumsi Makanan Kaya Vitamin C

Dalam perkembangan kesehatan global saat ini, kejadian resistensi antimikroba tidak lagi hanya dilihat sebagai masalah yang berdiri sendiri tetapi juga terkait dengan berbagai sektor seperti kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan (termasuk perikanan dan akuakultur), rantai makanan, pertanian dan sektor lingkungan.

dr. Kalsum menjelaskan, strategi pengendalian resistensi antimikroba yang sudah dilakukan di Indonesia adalah dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman resistensi antimikroba, melakukan peningkatan pengetahuan dan bukti ilmiah melalui surveilans.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas