Tribun Kesehatan

Peringati Hari AIDS Sedunia, Komnas Perempuan Minta Perhatian Khusus pada PDHA

Dalam rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia pada 2021 ini, dan menyikapi persoalan di atas, Komnas Perempuan menyampaikan rekomendasi ke sejumlah pihak.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
Peringati Hari AIDS Sedunia, Komnas Perempuan Minta Perhatian Khusus pada PDHA
wikimedia/Eva Tobing
Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani.Peringati Hari AIDS Sedunia, Komnas Perempuan Minta Perhatian Khusus pada PDHA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Data Kementerian Kesehatan (2021) menunjukkan dari total populasi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia, sebanyak 35% adalah perempuan dengan HIV .

Selanjutnya sekitar 33% hidup dengan AIDS. Data juga menunjukkan bahwa 70% infeksi baru dialami oleh kelompok heteroseksual.

Pada tahun 2018, jumlah infeksi baru pada Ibu Rumah Tangga adalah sebanyak 16,405 kasus. Data ini menunjukkan tingginya kerentanan perempuan ibu rumah tangga tertular dari pasangannya.

Baca juga: Tim Seleksi Anggota KPU-Bawaslu Upayakan Minimal 30 Persen Keterwakilan Perempuan

Baca juga: Kemenkes Dorong Orang dengan HIV/AIDS Segera Vaksinasi Covid-19

Lebih jauh menurut UNAIDS (2019), perempuan korban kekerasan 1,5 kali lebih rentan tertular HIV dari pasangannya.

Sedangkan NACA (2019) menunjukkan bahwa perempuan positif lebih rentan 4 kali lipat mengalami kekerasan seksual. Lalu kerentanan perempuan terhadap kekerasan fisik di masa kehamilan tercatat 6 kali lipat lebih rentan.

Komnas Perempuan dengan berbagai lembaga yang bergerak di isu HIV/AIDS dan kekerasan terhadap perempuan menunjukkan sejumlah akar yang jadi persoalan.

Ketersediaan obat, tenaga kesehatan untuk perawatan orang dengan HIV/AIDS (ODHA), layanan konseling, dan rumah aman merupakan bagian dari akar persoalan.

Karenanya butuh terobosan kebijakan lebih lanjut baik di tingkat pusat maupun daerah. Di Papua misalnya teridentifikasi bahwa reagen untuk tes HIV tidak tersedia selama satu tahun sehingga tes HIV tidak dapat dilakukan.

Hal ini berimplikasi pada sulitnya mendeteksi sejauh mana dan seberapa banyak kasus baru HIV/AIDS. Lemahnya koordinasi juga tampak dalam upaya penanganan HIV/AIDS.

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas