Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Awas! Olahraga Pagi Hari di Jabodetabek Bisa Tingkatkan Sakit Jantung, Kok Bisa?

Namun, ternyata berolahraga saat pagi di Jabodetabek justru malah dapat mengganggu kesehatan jantung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Awas! Olahraga Pagi Hari di Jabodetabek Bisa Tingkatkan Sakit Jantung, Kok Bisa?
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah warga berolahraga di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, Minggu (20/2/2022). Kawasan tersebut terpantau ramai dengan warga yang sedang berolahraga di tengah penerapan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di DKI Jakarta hingga 21 Februari 2022. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak pandemi Covid-19, setiap orang berbondong-bondong menjalankan hidup sehat. 

Karena banyak penelitian yang menyatakan di dalam tubuh yang sehat, maka dapat meningkatkan sistim imunitas yang baik. Sehingga, dapat terhindar dari infeksi Covid-19

Olahraga menjadi satu upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia. Maka tidak heran olahraga menjadi trend dalam beberapa waktu terakhir. 

Biasanya, masyarakat memilih waktu di pagi hari untuk berolahraga, baik itu lari mau pun bersepeda.

Berolahraga di waktu pagi juga menjadi pilihan terbanyak bagi warga Jabodetabek

Namun, ternyata berolahraga saat pagi di Jabodetabek justru malah dapat mengganggu kesehatan jantung.

Hal ini diungkapkan oleh Co-founder & Chief Growth Officer Nafas, Piotr Jakubowski.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Dorong Peningkatan Tren Olahraga Outdoor

Rekomendasi Untuk Anda

"Olahraga tidak bisa melawan polusi PM 2.5 Karena pm 2.5 sangat kecil dan kalau sudah masuk paru-paru tidak bisa keluar lagi," ungkapnya dalam acara Media Briefing bertajuk “Nafas Air Quality Report 2021 secara virtual, Rabu (2/3/2022).

Bahkan sebuah studi yang dipaparkan oleh tim data Nafas menyebut terjadi penambahan risiko penyakit jantung sebanyak 33 persen pada usia 30-45 tahun jika berolahraga setiap hari saat PM 2.5.

Orang yang berolahraga di saat kualitas udara memburuk dapat menyebabkan penyakit jantung, dibandingkan orang yang tidak berolahraga sama sekali.

"Ini fakta menakutkan. Olahraga bagus, tapi ada hal penting . Tergantung polusi udara. Tahun 2021 rata rata polusi PM 2.5 di pagi hari lebih besar tiga kali di atas 26ug/m3,"tegasnya.

Apakah tidak boleh berolahraga sama sekali? Hal itu tentu juga tidak disarankan karena berolahraga baik bagi tubuh.

Namun kata Piotr memang saat akan beraktivitas di luar seperti berolahraga disarankan mengecek kualitas udara terlebih dahulu. 

Sehingga dapat mempersiapkan pencegahan terhirup polusi PM 2.5. Misalnya saja menggunakan masker dengan standar yang baik.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas