Tribun Kesehatan

Ibu Hamil yang Terinfeksi Monkeypox Disarankan untuk Operasi Caesar

Ibu hamil yang terinfeksi virus cacar monyet (Monkeypox) disarankan melahirkan melalui operasi Caesar untuk menghindari kondisi bayinya terinfeksi sam

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Ibu Hamil yang Terinfeksi Monkeypox Disarankan untuk Operasi Caesar
Kompas.com
Ilustrasi operasi caesar.Ibu Hamil yang Terinfeksi Monkeypox Disarankan untuk Operasi Caesar 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Ibu hamil yang terinfeksi virus cacar monyet (Monkeypox) disarankan melahirkan melalui operasi Caesar untuk menghindari kondisi bayinya terinfeksi penyakit serupa saat proses melahirkan.

Hal ini didasarkan pada sebuah makalah baru di Ultrasound in Obstetrics & Gynecology.

Baca juga: Yunani Deteksi Kasus Pertama Infeksi Monkeypox, Gejalanya Demam, Sakit Kepala hingga Ruam pada Kulit

"Kendati demikian, risiko infeksi Monkeypox tetap tergolong rendah untuk masyarakat umum, meskipun kasus terus berkembang di seluruh dunia, terutama di Inggris," kata para penulis.

Sementara itu, salah satu Penulis dan Presiden Royal College of Obstetricians and Gynecologists, Edward Morris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para peneliti menyadari bahwa bayi dan anak-anak berisiko lebih besar mengalami sakit parah jika mereka terkena Monkeypox.

Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik.
Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik. (rte.ie)

"Oleh karena itu, untuk meminimalkan risiko bayi tertular virus, kami menyarankan profesional kesehatan mendiskusikan manfaat dan risiko melahirkan secara caesar dengan ibu hamil atau orang yang pernah atau diduga terinfeksi virus tersebut," tegas Morris.

Ia dan rekannya kemudian mengumpulkan bukti yang ada tentang diagnosis Monkeypox, pengobatan dan cara melahirkan yang direkomendasikan untuk ibu dan bayi.

Baca juga: Berharap Bisa Melahirkan Normal, Ria Ricis Tetap Siapkan Mental Jika Harus Operasi Caesar

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan mungkin ada konsekuensi buruk bagi wanita hamil dan bayi jika mereka terinfeksi, termasuk Monkeypox bawaan, keguguran, atau lahir mati. Itulah sebabnya kami telah memberikan panduan yang jelas bagi para profesional kesehatan dalam makalah ini," kata Morris.

Dikutip dari laman webmd.com, Jumat (10/6/2022), virus Monkeypox biasanya menyebar melalui kontak langsung, tetesan, atau permukaan dan benda yang terkontaminasi.

Namun beberapa bukti terbatas menunjukkan bahwa virus tersebut dapat ditularkan dari ibu ke bayi melalui plasenta.

Kondisi ini tentu dapat berpotensi menyebabkan bayi mengalami Monkeypox bawaan.

Terlebih lagi, ibu mungkin dapat menularkan virus itu selama atau setelah melahirkan.

Baca juga: Apakah Cacar Monyet Bisa Sebabkan Bekas Luka Keloid?

Meskipun tidak ada bukti tentang cara persalinan yang optimal, seorang wanita hamil yang terinfeksi Monkeypox aktif dapat memilih untuk menghindari persalinan pervaginam untuk mengurangi kontak langsung.

"Jika lesi genital diidentifikasi pada wanita hamil, maka kelahiran caesar akan direkomendasikan. Jika seorang wanita hamil dicurigai atau dikonfirmasi Monkeypox, maka kelahiran caesar juga akan ditawarkan setelah diskusi tentang kemungkinan risiko infeksi neonatal, yang mungkin serius," jelas para penulis.

Setelah melahirkan, kontak erat juga dapat menyebarkan virus.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas