Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ibu Tak Bisa Menyusui karena ASI Sulit Keluar, Berapa Hari Bayi Bisa Bertahan?

Jika satu sampai dua hari pertama ketika melahirkan ASI tidak keluar, berbahayakah? Apakah bayi bisa bertahan tanpa asupan makanan dari ASI?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ibu Tak Bisa Menyusui karena ASI Sulit Keluar, Berapa Hari Bayi Bisa Bertahan?
Shutterstock
Ilustrasi ibu menyusui. Jika satu sampai dua hari pertama ketika melahirkan ASI tidak keluar, berbahayakah? Apakah bayi bisa bertahan tanpa asupan makanan dari ASI? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ibu yang melahirkan sangat dianjurkan memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya.

Namun, kerap kali ada ibu yang mengalami kesulitan menyusuinya seperti ASI tidak keluar.

Merespons hal itu, Ketua Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Naomi Esthernita F. Dewanto mengatakan, satu sampai dua hari pertama ketika melahirkan ASI tidak keluar merupakan kondisi yang wajar.

Baca juga: Keajaiban ASI, Punya Komponen Penting Tidak Ditemukan Pada Susu Formula

"Normalnya akan keluar 30-40 jam. Tapi kita masih nunggu sampai 72 jam. Kalau lewat 72 jam itu kita sebut delayed lactogenesis," ujar dia dalam webinar akhir pekan lalu.

Lambatnya ASI keluar bisa terjadi karena beragam faktor, seperti obesitas ataupun bayi lahir prematur.

Lebih jauh, jika ASI tidak kunjung keluar setelah lebih dari 72 jam, maka dipertimbangakn untuk memberikan suplementasi melalui konsultasi ke dokter.

Rekomendasi Untuk Anda

"Supaya bayi tidak dehidrasi. Tapi tetap diatur asinya, tidak berarti asi tidak diberikan sama sekali. Kalau sudah mulai keluar, suplementasinya mulai dikurangi," ungkap dia.

Baca juga: Kisah 2 Wanita yang Membuat Perhiasan dari Air Susu Ibu, Para Pelanggan Sampai Meneteskan Air Mata

ASI tetaplah diberikan sampai 6 bulan dan diteruskan hingga dua tahun lebih.

Untuk itu agar merangsang ASI keluar, sang ibu tetaplah telaten menyusui bayinya agar hormon prolaktinnya meningkat.

"Tapi bayi tetap butuh asi. Karena itu, bayi tetap harus menyusu pada ibunya, walaupun hanya keluar sedikit.

Sudahkah ibu cukup menyusui? Ini tanda bayi dehidrasi
Sudahkah ibu cukup menyusui? Ini tanda bayi dehidrasi (iStockphoto)

Bayi tetap menyusui ke ibunya supaya hormon prolaktinnya meningkat, kalau enggak hormon turun karena tidak stimulasi.

Jadi tidak apa-apa terus saja disusui, sambil dipantau berat badannya," pesan Kepala Departemen Pediatri Universitas Tarumanegara ini.

Ditambahkan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Yanuarso, Sp.A(K) di dua hari pertama kelahiran memang menjadi godaan besar untuk ibu yang ASI-nya belum keluar untuk memberikan susu formula.

Padahal, 24 jam pertama bahkan 2 hari pertama bayi bisa bertahan tanpa ASI.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas